Polisikan Gendo, Siap-siap Saja Pospera Berhadapan Dengan Desa Adat

Jumat, 19 Agustus 2016 17:16 Politik

Bagikan

Polisikan Gendo, Siap-siap Saja Pospera Berhadapan Dengan Desa Adat
Pasubayan Desa Adat nyatakan dukungan pada Gendo. (Robi/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews - Pasubayan Desa Adat Pekraman/adat secara tegas mengatakan akan melawan segala bentuk kriminalisasi terhadap kordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali) Wayan Gendo Suardana. Bentuk dukungan ini ditujukan dengan menyertakan warga desa adat yang berprofesi sebagai pengacara untuk bergabung.

dalam barisan penasehat hukum yang akan mendampingi Gendo. Sebagaimana diketahui Gendo dipolisikan organisasi Pospera dengan tuduhan pencemaran nama baik organsasi dan nama bik pembina organisasi tersebut. "Sementara ini sudah ada 11 warga desa adat yang tergabung dalam pasubayan yang menyatakan bersedia bergabung," kata bendesa adat Kuta Wayan Suarsa usai rapat Pasubayan di kantor desa adat Sanur, Jumat (19/8/2016).

11 pengacara ini berasal dari desa adat Seminyak, desa adat Kuta dan sejumlah desa adat lainnya yang tergabung dalam Pasubayan Desa Adat. Dengan bertambahnya 11 pengacara maka kini total ada 63 pengacara yang masuk dalam barisan penasehat hukum yang akan mendampingi Gendo menghadapi laporan yang dilayangkan organisasi Posera terhadap Gendo.

Partisipasi para pengacara dari desa adat ini sebagai bukti solidaritas sesama warga yang menolak reklamasi teluk benoa. Apalagi pasubayan merupakan garda terdepan yang menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Hal ini telah dituangkan dalam paruman di masing-masing 39 desa adat yang tergabung dalam Pasubayan. 

"Saudara adat kami (Gendo) dilaporkan ke polisi, hal ini penting disikapi. Untuk diketahui yang terdepan menolak reklamasi adalah desa adat, ForBali adalah pelaksana teknis, maka secara otomatis yang tergabung di ForBali adalah warga adat kami juga. pasubayan desa adat tidak akan tinggal diam," kata Suarsa. 

Karena itu Suarsa menegaskan adalah salah besar jika ada yang beranggapan jika Gendo dikriminalisasi maka gerakan tolak reklamasi akan surut. Pasalnya gerakan tolak reklamasi murni datang dari desa adat. 

Menurutnya 39 desa adat yang bernaung di bawah pasubayan memiliki warga kurang lebih 370 ribu jiwa dan diperkirakan akan terus bertambah. Terhadap laporan Pospera menghargai hak hukum Pospera. Walau demikian pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan melakukan perlawanan. Selain itu pihak desa adat akan mendata apakah ada warganya yang bergabung dalam Pospera. Terutama jika nanti laporannya mentah d kepolisian.

"Kami hargai hak hukum mereka, tapi nanti jika tidak terbukti kami akan panggil warga kami jika sekiranya ada yang bergabung di Pospera. Lalu ditanyakan apa alasan mereka melawan keputusan desa adat soal menolak reklamasi," kata Suarsa.

Reporter    : Robinson Gamar