Erasmus Napitupulu Menilai Banyak Pihak Pasang UU ITE Sebagai Alat Pembungkam Aspirasi

Sabtu, 20 Agustus 2016 20:15 Hukum & Kriminal

Bagikan

Erasmus Napitupulu Menilai Banyak Pihak Pasang  UU ITE Sebagai Alat Pembungkam Aspirasi
Erasmus Napitupulu ( baju batik), Diskusi Sobeks dalam Kasus Gendo di Kubu Kopi , Sabtu(20/08)(Nike-SN)


Denpasar, Semetonnews-  Peneliti dari Institute for Criminal Justice Reform‎, Erasmus Napitupulu menyebut laporan pidana terhadap Wayan Suardana alias Gendo yang sifatnya pidana memiliki tujuan lain atau sama halnya kriminalisasi.


Eras begitu sapaan akrab Pria Asli Batak ini menilai apa yang dilakukan oleh pihak Pospera dalam hal ini Adian Napitupulu sebagai Ketua Dewan Pembinanya, harusnya melihat lebih jernih tidak salah konteks.


Dalam laporan antar individu itu harusnya diselesaikan antar individu, dan gugatannya Perdata. Bukan pidana yang malah bertujuan pada pemenjaraan atau pengkriminalisasian seseorang. 

" Jika tetap menggunakan Pasal ITE tentunya , ini sama halnya menghadapkan Gendo pada Negara, yang artinya pembungkaman," ujar Eras.


"Ya, saya ingin menyampaikan kalau Bang Adian itu kan pejabat publik. Jadi jangan anti kritik, jika memang dirinya merasa dihina. Tersinggung ‎boleh saja, tapi kan bukan dengan memidanakan seseorang. Tapi, dengan gugatan antar indvidu itu, atau perdata,"jelas Eras, Sabtu (20/8/2016).

Dilanjutkan oleh Eras seharusnya, dengan hal ini Adian Napitupulu mesti yang merasa dirinya dihina karena marga Bataknya, juga memahami konteks perjuangan yang kini dilakukan oleh Wayan 'Gendo' Suardana.

"Jadi pasal pidana apapun pasalnya janganlah dipergunakan pejabat publik. Pasal pidana arah dan tujuannya kan tahu akan ke mana," tegasnya.

Hangatnya pemberitaan dengan kasus yang ada di Bali saat ini, ia pun mengimbau supaya nantinya ini menjadi wacana di lingkungan masyarakat. Apabila kasus serupa atau sifatnya penghinaan antar dua individu, sebaiknya tidak mempidanakan seseorang.‎ Karena di situ bersifat privat, atau tidak lagi melibatkan institusi negara.

"Memang sebaiknya Bang Adian Napitupulu jika memang merasa tersinggung, harusnya dilaporkan perdata. Karena kan, dia pejabat publik. Jadi, pemahaman saya ini adalah kritikan dari masyarakat terhadap pejebatnya," pungkasnya. 

Reporter: Wawan Nike