Bilang Pantai Milik Hotel, Usir Wisatawan, Security Grand Hyatt Bali Dikecam Netizen

Minggu, 21 Agustus 2016 09:19 Nasional

Bagikan

Bilang Pantai Milik Hotel, Usir Wisatawan, Security Grand Hyatt Bali Dikecam Netizen
Warga asing dan lokal yang diusir security Hotel Grand Hyatt Bali Nusa Dua dengan alasan pantai milik hotel. (FB/SN)
Nusa Dua, Semetonnews - Netizen Bali gerah juga dengan kelakuan security Grand Hyatt Bali yang mengusir wisatawan saat berada di pantai depan hotel itu dengan alasan itu adalah pantai milik hotel. Bahkan, anggota DPD RI Arya Wedakarna akan turun ke lokasi mengecek keluhan warga soal klaim sepihak hotel perihal private beach itu.

"Orang lokal berserta babynya ingin duduk di pantai namun dilarang. Sudah menggelar kain untuk berjemur juga dilarang," tulis Anna Annabelle dalam akun Facebooknya. Kejadian yang menimpa wanita asal Denpasar tapi menetap di Sidney, Australia, itu terjadi pada Selasa (16/08/2016) Pukul 13:40 WITA.

Kisah Annabelle, dirinya bersama teman dari Jakarta dan Lampung berjumlah empat orang mengunjungi daerah Nusa Dua tepatnya water blow dan dilanjutkan dengan menyisir patai di depan Grand Hyaat Bali. "Namun tiba-tiba salah satu teman saya mendadak kram perut karena datang bulan. Maka teman saya tiba-tiba jongkok kesakitan sambil memegang perutnya yang sakit. Namun dengan secepat kilat security Markus Wela," sebutnya. Security itu langsung mengusir rombongan wisatawan lokal itu agar pergi dari sana dengan alasan pantai milik hotel.

"Saya bertanya kepada security apakah pantai ini milik Grand Hyatt? Kami tidak duduk apalagi menyentuh properti (kursi tidur sepanjang pantai pasir putih yg disiapkan hotel tersebut) dan saya tahu betul mana batas Wilayah hotel tersebut. Dan dengan lantang security tersebut berbicara "Kamu banyak bicara saya gampar mulut kamu", namun saya tidak takut. Dan Teman saya mengajak saya pergi agar tidak melanjutkan argue yg percuma. Namun saya tidak Habis pikir sejak kapan pantai di Bali dikuasai pihak hotel hanya karena membeli tanah di depan pantai," papar dia.

"Dan 30 menit kemudian saya melewati tempat dimana Kami diusir dan bertemu dengan security dan lagi disana tidak hanya orang lokal yang diusir namun tamu luar juga diusir dari wilayah tersebut. Jangankan mereka. Saya pun yang lahir di Bali dan besar di Bali tidak bisa menikmati indahnya pantai Bali," keluh dia lagi.

Reporter: VR Nugraha