Jongkok, Dipikir Buang Hajat, Residivis Sembunyikan Sabu

Minggu, 21 Agustus 2016 14:48 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jongkok, Dipikir Buang Hajat, Residivis Sembunyikan Sabu
Ilustrasi. (Net/SN)
Denpasar, Semetonnews - Banyak tingkah pengedar narkoba untuk mengelabui aparat. Seperti laki-laki berinisial KD (43) yang beralamat di Jalan Griya Nuansa Pratama, Lingkungan Kalang Anyar, Jimbaran, Badung. Saat dibuntuti anak buah Kompol I Gede Ganefo, ia terlihat jongkok di kebun pisang. Awalnya dipikir buang hajat, setelah dicek ternyata lagi ngorek-ngorek stok Sabu-Sabu (SS).

Informasi yang di dapat, KD ditangkap pada Senin (15/08/2016) Pukul 16.30 WITA adalah target operasi dan residivis kasus narkoba yang baru keluar 2011 lalu yang sudah dipantau sejak dua minggu sebelum penangkapan. Awalnya petugas mendapat informasi  bahwa tersangka menempati kost baru di Perum Griya Nusa Damai Jimbaran. Tepatnya di Jalan Taman, Gang Kecubung, Jimbarann Badung. Polisi juga mendapat informasi tersangka sering mengendarai spm Yamaha N-Max warna putih DK 5484 OE.

Kemudian tim Satnarkoba Polresta Denpasar melakukan penyelidikan di lokasi tersebut dan diketahui sepeda motor tersangka terparkir di depan rumah kost No 7. "Petugas langsung menyanggongi di lokasi dan terlihat tersangka keluar dari kost menuju kebun pisang yang ada di depan kost tersebut," ungkap sumber petugas.

Tersangka di lihat berjongkok di bawah pohon pisang. Petugas yang mengintai awalnya menduga KD buang hajat. Tapi, setelah ditunggu, bersangkutan tidak buka celana. Kecurigaan petugas makin besar, apalagi melihat tangan tersangka mengorek-ngorek sesuatu di bawah pohon pisang. Tak beberapa lama tersangka masuk ke kost. "Langsung di gerebek petugas, tersangka coba sembunyi di padmasana dan ketahuan," ungkapnya.

Dari tangan tersangka diamankan satu plastik warna putih berisi  palstik warna putih berisi pipa kaca, klips, bong, gunting, serta korek. Sedangkan di kebun pisang ditemukan dalam gundukan pasir bungkusan plastik warna biru yg didalamnya berisi 4 paket SS. "Tersangka mengaku mendapat Sabu itu dari seseorang di LP Kerobokan dengan sistem tempel di Jalan By Pass Ngurah Rai seharga Rp 18 juta," ujarnya.

Reporter: Wawan Nike
Editor: VR Nugraha