Kasus Penari Bercawat dan Berkutang, Bupati Artha Harus Minta Maaf

Senin, 22 Agustus 2016 10:05 Nasional

Bagikan

Kasus Penari Bercawat dan Berkutang, Bupati Artha Harus Minta Maaf
Tarian erotis yang membuat publik Jembrana gerah yang dipertontonkan di Gedung Kesenian Bung Karno. (Putu Aryasa/SN)
Jembrana, Semetonnews - Akibat mempertontonkan tarian dengan penari hanya bercawat dan mengenakan kutang. Plus, gerakan-gerakan erotis di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana, dalam ajang Jembrana Modification untuk memperingati HUT Kota Negara yang ke 121, Minggu (21/8/2016) malam, Pemkab Jembrana dikecam oleh sebagian besar masyarakat Jembrana. Mengingat, tarian erotis itu juga di tonton anak-anak.

"Pantas saja di Jembrana banyak terjadi kasus asusila, termasuk kasus kejahatan seksual terhadap anak karena hal yang begini dipertontonkan di muka umum,” ujar sejumah netizen. Bahkan I Gusti Putu Artha, mantan Ketua KPU juga angkat bicara terkait tontonan ”segar" tersebut. Dia menilai Pemkab Jembrana telah kecolongan dan Bupati I Putu Artha harus menjelaskan masalah tersebut secara terbuka serta yang terpenting Bupati Jembrana harus meminta maaf kepada warganya.

Sementara itu Sekretaris LSM Forkot Jembrana Nur Hariri mengecam keras tontonan ”Segar" tak bermoral tersebut. Apalagi dipertunjukan dan dipertontonkan di depan umum saat peringatan HUT Kota Negara. "Pemkab Jembrana bukan kecolongan tapi lebih tepat disebut alfa karena kegiatan atau acara tersebut telah tersusun sejak lama dan telah terjadwal. Paling tidak Pemkab Jembrana sudah tahu randown acaranya. Pemkab Jembrana dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati harus bertanggungjawab. Kami minta segera meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Jembrana."

"Ini hal yang menjijikan terjadi di Jembrana dan ini yang pertama kalinya dan kami harap ini yang terakhir. Tidak boleh dibiarkan karena ini bisa merusak moral anak-anak Jembrana. Yang jelas Jembrana benar-benar tercoreng,” ujar Nur Hariri atau yang akbrab di sapa Akong ini, Senin (22/8/2016) pagi.

Reporter: Putu Aryasa
Editor: VR Nugraha