PH Terdakwa Minta W dan Wayan S Diperiksa

Selasa, 23 Agustus 2016 20:22 Hukum & Kriminal

Bagikan

PH Terdakwa Minta W dan Wayan S Diperiksa
Robert Andrew Fiddes Ellis saat memberi keterangan dimuka sidang (SN)
Denpasar,Semetonnews-Robert Andrew Fiddes Ellis yang menjadi terdakwa dalam kasus pencabulan belasan anak dibawah umur, pada sidang, Selasa (23/8/2016) siang membuat pernyataan yang mengejutkan. Pernyataan yang mengejutkan itu disampaikan terdakwa saat diperiksa sebagai terdakwa oleh majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa, Yanuar Nahak berkesimpulan bahwa, kasus yang menjerat terdakwa ini, sejatinya bukan hanya kasus pencabulan. Tetapi unsur perdagangan manusia juga sangat kental. Dimuka sidang, Robert mengaku, ada dua orang yang memperkenalkan dia kepada para korban. Dua orang itu adalah W dan Wayan S. W dan Wayan S, kata Yanuar adalah pintu bagi terdakwa bertemu dengan para korban. Robert juga mengatakan sering memberi sejumlah uang kepada W dan Wayan S setiap mereka datang membawa anak-anak.

"Bahkan Robert juga membelikan W dan Wayan S sepeda motor seharga Rp 17 juta dan Rp 8,8 juta,"ujar Yanuar Nahak. Dari keterangan terdakwa ini, kata Yanuar, kuat dugaan bahwa W dan Wayan S ini melakukan tindak pidana perdagangan manusia."Kami mohon polisi menindaklanjuti fakta yang terungkap dengan memeriksan W maupun Wayan S,"tegas Yanuar. Dan terhadap W yang beberapa waktu lalu diperiksan sebagai saksi dalam perkara ini, Yanuar memohon kepada majelis hakim kembali memanggil W untuk diperiksa ulang sebagai saksi.

Sementara atas kasus yang menimpa Robert, dengan terus terang Robert mengakui perbuatanya. Tapi dari belasan koban, hanya lima orang yang dicabuli."Yang lima orang memang diakui oleh Robert sempat memasukan jarinya kedalam anus korban. Sedangkan korban lainya hanya dimandikan saja,"ungkap Yanuar. Selain itu, Robert juga mengakui bila apa yang dilakukan itu melanggar hukum Indonesia."Dia (Robert) sadar apa yang dilakukan itu salah dan melanggar hukum, dia juga mengaku menyesal,"tutup pengacara asal NTT itu.

Reporter : Maria Gracia