Cegah Putus Obat, Galakkan Layanan Homecare

Rabu, 24 Agustus 2016 14:18 Kesehatan

Bagikan

Cegah Putus Obat, Galakkan Layanan Homecare
Pelayanan homecare oleh tim medis RSUD Wangaya langsung ke rumah pasien. (Angga Wijaya/SN)
Denpasar, Semetonnews - Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) selama ini dinilai belum maksimal. Para penderita gangguan jiwa yang biasanya dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) ketika dibawa pulang ke keluarga biasanya kambuh karena putus obat akibat kurangnya pengetahuan keluarga dan sistem kesehatan yang kurang memadai. Homecare atau perawatan intensif di rumah dipandang sebagai solusi. 

Seperti apa? Wajah dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ tampak bersemangat. Psikater RSUD Wangaya ini menceritakan pengalamannya menangani pasien gangguan jiwa dalam program homecare yang berjalan sejak Januari 2016 lalu. Pasien yang ditanganinya biasanya sudah kronis dan dipasung karena oleh keluarga karena dianggap membahayakan. 

“Untuk menangani ODGJ yang di dalamnya penderita skizofrenia itu sangat unik. Jika kita menunggu dan menangani di poliklinik kita hanya dapatkan sebagian kecil penderita untuk mendapatkan terapi," katanya. Kadangkala ada yang datang hanya keluarganya saja, karena pasien tak mau datang atau kondisinya kronis, ini dilema bagi kami, jika tidak diberikan obat maka pasien putus obat. "Tapi kalau diberikan kami salah juga karena tak mengetahui pasti kondisi pasien,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (20/08/2016). 

Ia menambahkan, ada juga masalah di sistem kesehatan. Bahwa pasien skizofrenia stabil menjadi wewenang PPK I atau puskesmas, padahal pengetahuan penanganan pasien skizofrenia masih minim, disamping ketersediaan obat yang belum optimal. 

“ODGJ ini butuh penanganan jangka panjang. Biasanya ketika minum obat secara teratur dianggap telah sembuh dan akhirnya putus obat dan dibawa ke RSJ. Sepulang dari RSJ puskesmas dan RSUD tidak tahu dan akhirnya putus obat dan kumat lagi, begitu seterusnya. Itu bukan solusi yang baik,” sebut dia.

Maka itu, tambahnya, RSUD Wangaya Denpasar mengajukan  sistem yang lebih baik yakni homecare atau dirawat intensif di rumah yang memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan merawat-inapkan pasien di rumah sakit karena keluarga bisa melihat dan merasakan sendiri perbaikannya, ikut berlatih cara menangani pasien di rumah dan belajar mengenali gejala-gejala awal akan kumat.  

Program homecare ini merupakan kerjasama antara RSUD Wangaya, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dan Puskesmas seluruh Kota Denpasar. Ditangani oleh Dokter spesialis kedokteran jiwa, perawat CMHN (Community Health Mental Nursing) dan dokter puskesmas secara berkelanjutan. Obat menggunakan mekanisme BPJS atau JKBM sehingga dapat berkelanjutan.

Reporter: Angga Wijaya
Editor: VR Nugraha