Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Rakyat Bali Duduki Gedung Dewan

Kamis, 25 Agustus 2016 17:18 Politik

Bagikan

Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Rakyat Bali Duduki Gedung Dewan
Massa ForBali menduduki DPRD Bali. (Wawan/ Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews – Puluhan ribu warga desa adat yang tergabung dalam Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali) menduduki gedung DPRD Bali pada Kamis (25/8/2016). Aksi ini dilakukan karena setelah wacana tolak reklamasi Teluk Benoa bergulir selama empat tahun, DPRD Bali tidak juga menunjukan ketegasan sikap.

Pantauan Semetonnews.com puluhan ribu massa ini bergerak dari parkir timur lapangan Renon. Tepat pukul 14.00 Wita mereka bergerak menuju gedung dewan. Sepanjang jalan massa aksi terus melakukan orasi dan memekikan yel-yel tolak reklamasi Teluk benoa. Setibanya di gedung dewan mereka terus berorasi dan benar-benar menduduki gedung wakil rakyat tersebut.

Mulai dari lapangan, jalan masuk sampai area dalam dedung dan balkon. Spanduk-spanduk berukuran besar dan atribut tolak reklamasi dibentangkan. Bahkan ada yang dibentangkan di lantai 2 dan 3 gedung dewan. Sehingga gedung DPRD Bali benar-benar dibaluti spanduk tolak reklamasi Teluk Benoa. Selama kurang lebih 3 jam gedung dewa dikuasai rakyat yang membawa aspirasi tolak reklamasi teluk Benoa.

Ratusan aparat kepolisian hanya bisa menyaksikan jalannya aksi ini. “Kami minta wakil rakyat tidak tuli apalagi pura-pura bodoh terhadap aspirasi rakyat menolak reklamasi teluk benoa,” pekik para demonstran. Dalam kesempatan ini juga dibacakan sikap pasubayan desa adat tolak reklamasi tTeluk Benoa.

Perwakilan massa tolak reklamasi dari Basis Denpasar, Made Ariel Suardana mengatakan jika DRPD Bali tidak bersikap menolak reklamasi maka sepantasnya dianggap sampah. “Wakil rakyat yang ada di gedung ini kalau tidak bersikap tegas menolak reklamasi, kita minta saja DKP buang sampah di tempat ini,” pekik Ariel. 

Menurutnya selama ini hanya ada 3 anggota DPRD Bali dari Kota Denpasar yang menyatakan sikap tolak reklamasi. Tapi secara kelembagaan tidak ada sikap yang jelas. “Jika mereka terus diam, kita tarik saja mandate sebagai wakil rakyat,” tegas Ariel. 

Reporter   : Robinson Gamar