Zika Terdeteksi di Singapura, Tim Kesehatan Indonesia Waspada

Rabu, 31 Agustus 2016 01:24 Nasional

Bagikan

Zika Terdeteksi di Singapura, Tim Kesehatan Indonesia Waspada
Ilustrasi Virus Zika. (Net/SN)
Jakarta, Semetonnews - Tim Kesehatan Indonesia kini sedang waspada. Virus Zika kabarnya sudah terdeteksi di Singapura. Tim kesehatan memonitor setiap orang yang masuk Indonesia lewat pelabuhan dan bandara. Adakah mereka menunjukkan gejala panas terkena virus yang juga ditularkan Aides Aigepty itu.

Pembeda dengan demam berdarah (DB), Zika bisa membuat bayi mengalami penyusutan kepala bila si ibu saat mengandung tergigit nyamuk yang menjadi perantara virus. "Semua Kantor Kesehatan Pelabuhan sudah disiagakan dan diharapkan bisa mengecek setiap orang yang tiba dari Singapura," papar Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek Spm(K) di Balai Kartini, Jakarta, Selasa 30/08/2016).

Kementerian Kesehatan juga berharap masyarakat untuk melakukan tes darah guna mengantisipasi penularan virus tersebut dan mengingatkan kepada masyarakat untuk melakukan tes darah demi kewaspadaan terhadap virus tersebut

Virus ini pertama kali ditemui pada tahun 1947 dan berasal dari Monyet Rhesus di Hutan Zika, Uganda, Afrika. Virus ini diberi nama Zika dimana kata Zika diambil dari nama hutan Zika yang merupakan hutan dimana monyet yang terjangkit virus ini untuk pertama kalinya ditemukan.

Virus Zika sendiri diketahui mulai menjangkit serta menginfeksi tubuh manusia di tahun 1950 terutama di daerah Afrika serta Asia yang merupakan kawasan khatulistiwa, sedangkan infeksi virus ini banyak terjadi pada tahun 1968 tepatnya di daerah Nigeria.

Virus Zika sendiri merupakan salah satu jenis virus yang berasal dari genus flavivirus dengan family flaviviridae. Zika kemudian diketahui mulai menyebar ke daerah timur pada tahun 2014 melintasi samudera pasifik menuju polinesia Perancis. Tahun 2015, Zika mulai menyebar hingga pulau paskah hingga amerika tengah, Karibia, hingga Amerika selatan. 

Perkembangannya, virus Zika berkembang dan menyebar serta menginfeksi ke dalam tubuh manusia hingga lebih dari 20 negara yang berada di benua Amerika khususnya pada daerah-daerah tropis. "Bila dari Singapura dengan demam harus dilakukan pengambilan darah untuk dilakukan pengecekan," tegas dia.

Reporter: VR Nugraha