Jadi Temuan Tiap Lima Tahun, Lolek mengaku Sudah Beri Ganti Rugi Lahan Tahura

Kamis, 01 September 2016 17:53 Politik

Bagikan

Jadi Temuan Tiap Lima Tahun, Lolek mengaku Sudah Beri Ganti Rugi Lahan Tahura
Tahura Ngurah Rai. (Ist/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews - Temuan Badan Pemeriksa keuangan (BPK) mengenai adanya kepemilikan lahan pribadi bersertifikat di kawasan taman hutan raya (Tahura) Ngurah Rai ternyata sudah mencuat sejak lama. Bahkan sudah jadi temuan BPK setiap lima tahun. pengakuan ini datang dari ketua Indonesia Congress & Convention Association (INCCA) Bali IB Surakusuma alias IB Lolek.

Nama Lolek sendiri muncul dalam daftar temuan BPK dengan kepemilikan lahan seluas 2 are di kawasan Tahura. Menurut Lolek lahan tersebut dibelinya pada tahun 1974 dengan kondisi sudah bersertifikat. Lahan ini dibeli untuk orang tuanya yang butuh karena butuh angin laut.

"Saya beli tahun 74 sudah bersertifikat, kalau tidak ada sertifikatnya ya tidak mungkin saya berani beli. Kalau tahu akan begini saya pasti tidak akan beli karena tidak mau kasi contoh buruk," kata Lolek, Kamis (1/9/2016). Karena jadi temuan maka Lolek berinisiatif untuk memberikan ganti rugi tanah seluas 4 are kepada dinas kehutana provinsi Bali. Bahkan Lolek menggati rugi dengan lahan seluas dua kali lipat dari luas lahan yang dimilikinya di Tahura. Tapi letaknya tidak jauh dari Tahura.

 
"Saya sudah kasi ganti rugi 4 are, dua kali luas lahan yang saya punya, semua dokumennya ada lengkap," terang Lolek. Karena itu Lolek meminta apabila memang ada langkah-langkah penyelesaian atas masalah ini pihaknya perlu dilibatkan. Sebab bagaimana mungkin tanah yang bersertifikat justru dipersoalkan, padahal yang menerbitkan sertifikat adalah lembaga negara.

"Harapannya kami dilibatkan dalam pengambilan keputusan," terang Lolek.

Reporter   : Robinson Gamar