Dana PON, Dana Rakyat Bali Harus Dipertanggung Jawabkan

Jumat, 02 September 2016 16:48 Sport & Life Style

Bagikan

Dana PON, Dana Rakyat Bali Harus Dipertanggung Jawabkan
Salah satu cabang olahraga saat berfoto bersama Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikera. (Sena Aji/Semetonnews)

Denpasar, Semetonnews – Dana untuk mengikuti PON XIX Bandung Jawa Barat (Jabar, 17-29 September mendatang merupakan dana rakyat Bali yang harus dipertanggungjawabkan. Hal itu disampaikan terbuka oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, saat melepas kontingen PON Bali, di kantor Gubernur Jumat (2/9/2016).

 

“Dana yang dipergunakan untuk mengikuti PON Jabar merupakan dana rakyat Bali, jadi harus dipertanggungjawabkan. Para atlet yang bertanding di PON Jabar juga nantinya harus bisa memiliki disiplin tinggi dan memiliki jiwa bertanding habis-habisan. Mudah-mudahan para atlet PON Bali bertanding dan bisa lebih bersemangat lagi,” tutur Gubernur.

 

Menyoal target yang dipancang Bali, Mangku Pastika memancang target Bali mampu menempati ranking lima. Jelas target tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan raihan empat tahun lalu di PON XVIII Riau 2012 silam, dimana Bali bercokol di peringkat sembilan. “Kalau dulu di ranking sembilan, maka sekarang Bali harus mampu menempati ranking lima besar,” sebutnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi mempertegas, target Bali di PON Jabar nanti memang akan lebih baik daripada PON Riau 2012. “Apa yang menjadi keinginan pak Gubernur Bali kami berharap mampu terealisasi, dengan raihan medali emas minimal 20 emas,” jelasnya.

 

Target minimal 20 emas itu menurutnya sudah melalui pertimbangan dan kajian serta evaluasi kekuatan daerah lainnya yang menjadi rival di PON Jabar nanti. “Kami lebih memilih harus realistis,” cetusnya.

 

Suwandi juga membenarkan pernyataan Gubernur yang menyebutkan jika kontingen PON Bali harus bisa mempertanggung jawabkan uang rakyat, yang dipergunakan untuk persiapan menuju PON Jabar selama ini. “Kami akan mempertanggungjawabkan sampai serupiahpun dana yang digunakan,” pungkasnya.

 

Reporter : Sena Aji