Plok, plok, plok...Protes Pemerintah; Semut Sedulur Percantik Kota Denpasar

Minggu, 04 September 2016 13:30 Nasional

Bagikan

Plok, plok, plok...Protes Pemerintah; Semut Sedulur Percantik Kota Denpasar
Paguyuban Semut Sedulur menanam bunga lely spyder sebagai bentuk protes pembangunan trotoar di Denpasar. (Wawan Nike/SN)
Denpasar, Semetonnews - Ribuan tanaman bunga jenis Spider Lely, ditanam oleh Paguyuban Semut Sedulur di sepanjang jalan Hangtuah Denpasar, Minggu (4/09/2016) pagi. Hal ini sebagai bentuk protes para petani terhadap pemerintah yang gemar membangun tapi tak pandai merawat.  Sebanyak seribu bibit bunga tertanam di sepanjang trotoar mulai dari bundaran Renon sampai lampu merah Hangtuah. 

Aksi protes yang unik ini sekaligus bentuk kepedulian atas lahan trotoar yang mangkrak. Paguyuban Semut Sedulur yang terdiri dari Petani Bunga di kawasan Jalan Hang Tuah dan Jalan Sedap Malam, mengaku jengah dengan kondisi yang tidak berubah, hingga timbulah aksi panamanan bunga ini sebagai kepedulian.

"Ada bidang lahan yang mestinya ditanam bunga, dan tanggung jawab kontraktor yang bangun trotoar ini ternyata diabaikan," ungkap salah satu petani. Paguyuban Semut Sedulur melakukan ini selain bentuk kontribusi atas kondisi lingkungan, sekaligus dukungan terhadap Gerakan Peduli Denpasar yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Denpasar.  

Yon Gondrong selaku Koordinator Semut Sedulur, mengaku jika apa yang ia lakukan dan teman temannya riil bentuk sumbangsih para petani atas kondisi Kota Denpasar. "Dari Paguyuban kita gotong royong mulai beli tanah urug, dan bibit bunga Spider Lely, sepanjang 500 meter kurang lebihnya, dana dihimpun dari paguyuban, tujuannya satu memberi contoh pemerintah, habis membangun harus berani merawat," kata musisi One Man Band ini.

Kepada Semetonnews salah satu petani bunga di Jalan Sedap Malam, Nasri Aci mendukung upaya pembangunan kota namun yang tidak setengah setengah, "Salah satunya bentuk kepedulian kita sebagai petani menyikapi kondisi sekarang ini dengan tanam bunga, dilihat sepele namun tidak banyak pihak yang mampu melakukannya," jelasnya.

Reporter: Wawan Nike
Editor: VR Nugraha