Bendesa Adat Dan Massa ForBali Menuntut Polda Bali Bebaskan Aktivis ForBali

Kamis, 08 September 2016 01:14 Nasional

Bagikan

Bendesa Adat Dan Massa ForBali Menuntut Polda Bali Bebaskan Aktivis ForBali
Ketua Desa Adat Pasubayan, Wayan Suara dan Bendesa Adat Intaran AA Kompiang Raka
Denpasar Semetonnews - Solidaritas ditunjukan  massa Desa Adat Pasubayan terhadap salah satu aktivis forBali, I Gusti Putu Darmawijaya (27) yang ditangkap Polda Bali Rabu (7/9/2016). 

Warga Banjar Lebah, Sumerta, Denpasar ini ditangkap saat bekerja di hotel Pukul 21.00, bertepatan Hari Raya Galungan.  Dia dijadikan tersangka tanpa ada surat pemberitahuan sebelumnya oleh aparat. 

Dia disangka melanggar,  Pasal 24 huruf a UU 24 tahun 2009 ttg bendera, bahasa, lambang negara serta lagu kebangsaan dg ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Dia dituduh telah menurunkan bendera merah putih saat demo tolak reklamasi di Kantor DPRD Bali 25 Agustus lalu. Yang terjadi adalah, ada penurunan bendera merah putih untuk mengikat bendera ForBali di bawah bendera merah putih, lalu dikerek ke atas lagi selama demo berlangsung, namun saat Gusti Putu Darmawijaya mencoba menaikan dilarang oleh petugas.

Atas penangkapan yang dianggap tanpa prosedural ini, ribuan massa datang ke Mapolda Bali. Sampai tengah malam ini massa masih bertahan. Menuntut kawannya dibebaskan. 

Ketua Bendesa Adat Desa Pasubayan Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Wayan Suarsa, Bendesa Adat Intaran AA. Kompiang Raka, dan I Gusti Purbanegara Desa Adat Buduk , datang ke Polda Bali hingga saat ini belum juga terlihat untuk keluar, menurut informasi yang diperoleh Semetonnews, Bendesa adat meminta agar Gung Omleth ( I Gusti Putu Darmawijaya) dibebaskan.


Reporter: Wawan Nike