Protes Aktivis ForBALI Ditangkap, ProDEM Desak Jenderal Tito Copot Kapolda Bali

Jumat, 09 September 2016 19:00 Hukum & Kriminal

Bagikan

Protes Aktivis ForBALI Ditangkap, ProDEM Desak Jenderal Tito Copot Kapolda Bali
Aktivis ProDEM Demo di Mabes Polri, Jumat Siang (09/09) (ist-SN)



Jakarta, Semetonnews - Jaringan Aktivis ProDEM mendatangi Mabes Polri, Jumat Siang, mereka memprotes tindakan anti demokrasi yang dilakukan Polda Bali yang melakukan pembungkaman aktivis dan masyarakat, situasi terkini yang terjadi di Bali, menjadi sorotan para aktivis ini, menurut mereka di era Demokrasi pemberangusan kebebasan berekspresi kenapa bisa terjadi di Indonesia.

Setelah Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBaLi) yang juga Aktivis'98 I Wayan Suardana dilaporkan ke Polda Bali dan Bareskrim Polri pada tanggal 15 Agustus 2016 dengan tudingan melakukan penghinaan melalui media sosial kepada organisasi Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) salah satu organisasi Relawan Jokowi dan dengan Pembina organisasi tersebut adalah Adian Napitulu yang juga Aktivis '98, yang dulu sangat lantang menyuarakan ketidakadilan yang dilakukan Penguasa.


Sekarang giliran salah satu aktivis ForBALI yaitu : I GUSTI PUTU DHARMAWIJAYA asal Desa Adat Sumerta ditangkap pihak Polda Bali terkait pengibaran bendera pada saat aksi tgl 25 agustus 2016 di DPRD, Saat Aksi Penolakan Reklamasi Teluk Benoa.


Sesuai kronologisnya,   Rabu malam 7 September 2016 ini, I GUSTI PUTU DHARMAWIJAYA Ditetapkan sebagai Tersangka dan mendapatkan surat penangkapan. Penangkapan ini dianggap janggal dan tidak sesuai prosedur hukum yang baik. Hal ini tidak patut dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah Bali.


I GUSTI PUTU DHARMAWIJAYA, dijemput oleh orang yg tdk dikenal tanpa memperlihatkan surat apapun, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dilakukan pada jam 21.00 WITA adalah tidak patut, selain itu ia baru dipanggil 1 kali.


Jaringan Aktivis ProDEM menilai bahwa pelaporan terhadap Gendo dan penangkapan I Gusti Putu Dharmawijaya merupakan salah satu bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi yang akan melemahkan perlawanan dan perjuangan masyarakat Bali dalam Menolak Reklamasi Teluk Benoa. 


Padahal jelas bahwa tidak adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh keduanya,  dimana sisi lain kemarahan dan kegeraman dalam menyampaikan aspirasinya.


Untuk itu, kami Jaringan Aktivis ProDEM menyatakan sikap:


1.       Menolak segala bentuk kriminalisasi dan pembungkaman Aktivis masyarakat yang sedang berjuang membela hak-haknya oleh pihak Kepolisian;


2.       Mendukung perjuangan I Wayan Suardana (Gendo), I Gusti Putu Dharmawijaya, Organisasi ForBaLi dan Masyarakat Adat Bali yang melakukan penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa serta mendukung perjuangan seluruh rakyat lainnya yang melakukan penolakan terhadap proyek reklamasi di seluruh Pantai Indonesia


3.       Mengecam KERAS penangkapan I Gusti Putu Dharmawijaya yang mengesampingkan hak-hak dan norma hukum yang berlaku di Indonesia


4.       Menolak Reklamasi Teluk Benoa dan Pesisir Pantai seluruh Indonesia


5.       Meminta Kapolri segera pecat Kapolda Bali


Dengan masih banyak kasus-kasus lainnya yang berhubungan pembungkaman kebebasan berekspresi melalui kriminalisasi antara individu atau kelompok yang memiliki kekuasaan atau modal dengan individu yang ingin membongkar kebobrokan suatu institusi atau sistem. Terutamanya Kasus Reklamasi Teluk Benoa yang sarat kepentingan pengusaha dan pengembang didalamnya.


Sumber : Release ProDEM

Editor : Wawan Nike