Nyamuk Ber-wolbachia Àman, Efektif Atasi Sika dan Demam Berdarah

Minggu, 11 September 2016 13:38 Nasional

Bagikan

Nyamuk Ber-wolbachia Àman, Efektif Atasi Sika dan Demam Berdarah
Indonesia mengembangkan nyamuk berwolbachia untuk menangani demam berdarah dan sika di nusantara. (IST/SN)
Jakarta, Semetonnews - Nyamuk Aedes Aegypti yang di berikan wolbachia untuk mengatasi penyakit demam berdarah dan Sika dinyatakan aman oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Hal tersebut terungkap press conference membahas tentang Analisis Resiko yang ada pada EDP (Eliminate Dengue Project) belum lama ini di Jakarta.

Wolbachia adalah bakteri alami yang terdapat di 60 persen jenis serangga yang ada di bumi, termasuk kupu-kupu, lebah, lalat, dan buah. Wolbachia tidak terdapat dalam nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah. Penelitian ini sudah dimulai sejak tahun 2011 tepatnya di Kabupaten Sleman dan Bantul, Provinsi Yogyakarta.

“Pada dasarnya Kemenristekdikti akan mendukung penelitian yang dilakukan oleh anak bangsa kita dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa kita sendiri, karena itu penelitian ini sangat penting untuk dilakukan dan hasilnya cukup menjanjikan untuk mengurangi demam berdarah di Indonesia,” papar Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kemenristekdikti Hotmatua Daulay.

Tim independen yang diawasi secara ketat oleh Kemenristekdikti jelas Daulay, terdiri dari 2 kelompok yaitu 5 orang sebagai pakar inti dan 20 orang pakar sebagai anggota tim, telah melakukan pelepasan nyamuk aedes aegypti pada tahun 2014 di Kabupaten Sleman dan Bantul. Namun tim EDP masih mengkaji resiko yang bisa terjadi karena pelepasan nyamuk dengue tersebut.

Dengan metode “scenario building” yang memperhitungkan 4 kelompok besar yaitu ekonomi dan sosio kultural, pengedalian vektor, ekologi nyamuk, dan kesehatan masyarakat. Hasil yang di dapat adalah Negligible Risk (resiko dapat di abaikan). Negligible Risk adalah resiko terendah dari lima tahap resiko yaitu Negligible Risk, Low Risk, Moderate Risk, High Risk , dan Very High Risk.

“Jika peletakan telur nyamuk yang ber-wolbachia yang di lakukan secara bertahap di kota Yogyakarta, ketika sebagian besar nyamuk Aedes Aegypti sudah mengandung wolbachia, maka ini akan menurunkan angka kasus demam berdarah di kota Yogyakarta," kata Peneliti utama EDP Yogya Adi Utarini.

Reporter: VR Nugraha