Jokowi Curhat, Duterte Persilahkan Eksekusi Mary Jane

Senin, 12 September 2016 12:28 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jokowi Curhat, Duterte Persilahkan Eksekusi Mary Jane
Mary Jane, warga Filipina yang menunggu eksekusi mati di Indonesia. (IST/SN)
Jakarta, Semetonnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, jika dirinya telah berdiskusi dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkait nasib terpidana mati asal negeri tersebut di Indonesia yaitu Mary Jane Fiesta Veloso yang tertangkap membawa 2,6 kilogram heroin.

Dalam pertemuan dengan Presiden Duterte di Istana Merdeka, Jakarta, pekan lalu itu, Presiden Jokowi mengaku dirinya telah bercerita mengenai penundaan eksekusi terhadap Mary Jane, bulan Mei lalu. Namun Presiden Duterte justru mempersilahkan Pemerinah Indonesia untuk mengeksekusinya. “Presiden Duterte saat itu menyampaikan silakan kalau mau dieksekusi,” kata Jokowi kepada wartawan usai melaksanakan solat Idul Adha di Masjid Agung At Tsauroh, Serang, Banten, Senin (12/09/2016) pagi.

Adapun mengenai proses hukumnya yang sedang dilakukan di Filipina, Presiden Jokowi mengatakan nanti Jaksa Agung yang  akan mengikuti proses itu. Mary Jane ditangkap di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, pada April 2010 karena kedapatan membawa 2,6 kg heroin. Selanjutnya pada Oktober 2010 ia divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

Reporter: VR Nugraha