Ironis, Atlet PON Bali Naik Truk ke Bandara

Senin, 12 September 2016 17:47 Sport & Life Style

Bagikan

Ironis, Atlet PON Bali Naik Truk ke Bandara
Tanpa dana dan kendaraan ke bandara dari KONI Bali, tim judo naik truk polisi. (Sena Aji/Semetonnews)

Denpasar, Semetonnews – Ironis sekali, para atlet dan pelatih PON Bali yang hendak terbang ke Bandung, untuk belaga di PON Jawa Barat (Jabar), harus naik truk polisi ke bandara Ngurah Rai dari tempat TC sentralisasi di Hotel Batukaru Ubung.

 

Kondisi itu terjadi gara-gara KONI Bali menyerahkan pemberangkatan sendiri –sendiri cabang olahraga (cabor) PON Bali, ke bandara Ngurah Rai tanpa dibekali dana transport, akhirnya cabor harus menggunakan berbagai macam kendaraan sendiri-sendiri.

 

Paling targis, cabor judo yang menyumbangkan 2 emas pada PON XVIII Riau 2012 silam, harus mengangkut para duta olahraga Bali di PON XIX Bandung, Jawa Barat (Jabar) menggunakan truk polisi yang dipinjamnya.

 

“Semua itu karena dalam rapat sebelumnya atau rapat terakhir KONI Bali dengan pelatih cabor, KONI Bali menyerahkan keberangkatan ke bandara kepada cabor masing-masing. Lantaran tidak diberikan dana untuk sewa kendaraan, maka lebih baik kami pinjam saja truk polisi ini,” jelas salah satu pelatih tim judo PON Bali Wayan Mudra, Senin (12/9/2016).

 

Dalam rapat tersebut memang sempat diutarakan pihak KONI Bali, jika cabor diberikan dana untuk berangkat sendiri ke bandara Ngurah Rai. Namun dana itu akan diberikan saat di Bandung atau sepulang dari Bandung. Kabarnya dana transport ke bandara Ngurah Rai itu diberikan juga jika ada dana nantinya.

 

“Karena samapi jelang keberangkatan tak disiapkan kendaraan atau dana transport maka kami memilih cara itu. Selain itu jika kami naik taksi bagaimana kami bisa memperoleh kwitansi untuk mencairkan dana itu. Selain itu apakah bisa jika tidak ada kwitansi mengambil dana itu,” demikian Mudra.

 

Reporter : Sena Aji