Korban dan Pemilik Lahan Bersaksi, Kembir Tak Berkutik

Rabu, 14 September 2016 00:26 Hukum & Kriminal

Bagikan

Korban dan Pemilik Lahan Bersaksi, Kembir Tak Berkutik
Terdakwa I Made Kembir (Dok/SN)
Denpasar, Semetonnews-Kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 110 juta atas sebidang tanah di Jimbaran, Badung, dengan terdakwa I Made Kembir (52), Selasa (13/9/2016) dilanjutkan. Sidang yang dipimpin Hakim Wayan Sukanila, hadir saksi korban I Wayan Suarta untuk memberi keterangan.

Dimuka sidang, Wayan Suarta membongkar semua tipu muslihat yang dilakukan terdakwa Kembir kepadanya. Korban, mengakui telah termakan bujuk rayu terdakwa untuk membeli tanah yang ditawarkan terdakwa karena merasa sudah mengenal dekat terdakwa."Saya semakin yakin setelah diajak terdakwa melihat lokasu tanah,"terang saksi korban.

Sejurus kemudian, transaksi berjalan mulus dan korban menyerahkan uang dengan mengangsurnya selama tiga kali."Semua uang yang saya serahkan senilai Rp 110 juta kepada terdakwa disaksikan istrinya, Ni Ketut Kasiani dan Made Sinarbawa,"ungkap korban. Sementara dua saksi lainya, yaitu Kasiani dan Sinarbawa menegaskan, selain telah menjadi teman selama ini, terdakwa juga mengaku bahwa lahan yang dijual kepada korban tidak ada masalah.

"Saya juga sempat diajak ke lokasi. Tidak ada akses jalan dan kami jalan kaki menuju ke lokasi,’’ ujar Sinarbawa. Yang cukup menggelikan adalah ketika pemilik lahan sengketa yang dijual terdakwa Kembir yakni IB Gede Arthana bersaksi di depan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juli Peladyani dkk.

Dia menceritakan sempat memberikan kuasa kepada terdakwa untuk mengurus kasus sengketa lahannya ke tingkat Mahkamah Agung.Terhadap surat kuasa itu, majelis hakim dan jaksa pun menekankan peran terdakwa karena dalam kuasa itu seolah-olah terdakwa tersebut sebagai advokat.

Padahal dia sama sekali tidak memiliki lisensi untuk itu. Disebutkan pula dia mendapatkan konfensasi 25 persen atau 60 are dari luas lahan jika menang di MA. ‘’Akhirnya saya kalah di MA,’’ ujar saksi. Ditambahkannya, dia menjual dan bertindak atas nama dirinya. Menanggapi keterangan itu, terdakwa tak berkutik dan hanya dapat membenarkan ucapan saksi IB Arthana.


Reporter : Maria Gracia