Terbukti Tipu Bos Akasaka, Gus Nik Divonis 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 14 September 2016 01:28 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terbukti Tipu Bos Akasaka, Gus Nik Divonis 2,5 Tahun Penjara
Terdakwa Gus Nik yang sepertinya tidak terima divonis 2,5 tahun penjara (SN)
Denpasar,Semetonnews-Ida Bagus Surya Bhuwana alias Gus Nick akhirnya divonis penjara 2,5 tahun oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Wayan Kawisada pada sidang, Selasa  (13/9/2016)  setelah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pindana penipuan sebagaimana tertuang dalam pasal 378 KUHP.

Seperti diketahui, yang menjadi korban dalam kasus ini adalah pemilik Akasaka Music Club, Ir. Yeremias Filmon W. Santiawan dan dua rekanya, Andre Lucas Palar dan Yanto Suseno tersebut. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Purwanti Murtiasih yang sebelumnya menuntut empat tahun penjara.

Dalam amar putusanya, majelis hakim menyatakan sependapat dengan jaksa, bahwa terdakwa, dengan janji-janji manis telah menipu ketiga korban tersebut hingga mengalami kerugian senilai Rp 20 miliar lebih. Sebelum menjatuhkan vonis, majelis hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan yakni, perbuatan terdakwa menyebabkan para korban mengalami kerugian yang cukup besar.

Sementara itu, hal yang meringankan adalah dalam persidangan berlaku sopan dan terdakwa saat ini menjadi tulang punggung keluarga. Dalam putusanya, majelis hakim juga memaparkan fakta yang terungkap dalam persidanga. Antara lain, perbuatan yang dilakukan terdakwa  bermula sekitar bulan Juni 2012, Alfonsus Widijatmika Surya bersama terdakwa menemui Yeremias Filmon, juga dua saksi korban lainnya di Jalan Muhamad Yamin No. 26 Denpasar.

Ketika itu, terdakwa meminta bantuan pendanaan terkait dengan proyek pembangunan kondotel The Jimbaran View. Menurut terdakwa, proyek terhenti disebabkan tidak ada dana. Selanjutnya, pada 27 Juni 2012, Yerimias Filmon, Andre Lucas dan Yanto Suseno memberikan bantuan dana sebesar Rp 5 miliar. Diungkapkan Yeremias Filmon, bersama dengan dua saksi korban lainnya, berulangkali meminta pembayaran keuntungan sebagaimana dijanjikan terdakwa, akan dibayar setiap bulan.

Tapi, setiap kali diminta, terdakwa selalu mengatakan belum punya uang. Singkatnya, setelah hilang kesabaran para saksi korban, pada 26 Februari 2015, korban Andre Lucas Pilar kemudian mencairkan cek yang diberikan terdakwa. Ternyata pihak bank menolaknya dengan alasan rekening sudah ditutup. Begitu juga ketika Yeremias Filmon dan Yanto Suseno mencaikan cek yang ada ditangan mereka, bank menolak karena rekening terdakwa sudah ditutup sehari sebelum cek tersebut diberikan kepada pada korban.
 
Mananggapi vonis tersebut, baik Jaksa maupun penasihat hukum terdakwa, Suroso mengatakan piker-pikir. Namun, terdakwa Gus Nick berkeinginan tetap akan melakukan upaya banding.

Reporter : Maria Gracia