Lawan Jateng, Partai Hidup Mati Bali

Sabtu, 17 September 2016 16:17 Sport & Life Style

Bagikan

Lawan Jateng, Partai Hidup Mati Bali
Sepakbola PON Bali harus menang atas Jateng jika ingin membuka pelauang lolos 8 besar. (Sena Aji/Semetonnews)

Bogor, Semetonnews – Tidak ada pilihan lagi selain menang, jika ingin membuka peluang mengantongi tiket babak 8 besar. Itulah yang harus dilakukan tim sepakbola PON Bali, saat melawan Jawa Tengah (Jateng), dalam laga akhir penyisihan grup A sepakbola PON XIX di lapangan sepakbola Cilodong Bogor, Jawa Barat (Jabar), Minggu (18/9/2016).

 

Ya, Bali memang harus menang atas Jateng pada laga hidup mati, karena Jateng kini telah mengemas 3 poin, setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Jawa Barat (Jabar) yang telah memastikan 1 tiket ke babak 8 besar, selanjutnya Jateng menang atas DKI Jakarta 2-1.

 

“Saya tidak mau melihat ke belakang lagi soal wasit ketika Bali kalah tipis 0-1 dari Jabar. Para pemain kini harus bekerja ekstra keras dan harus menang dari Jateng, karena ini merupakan partai hidup mati. Jika kalah sudah pasti tim ini balik ke Bali,” ujar salah satu pelatih sepakbola PON Bali, IGN. Ardika, Sabtu (17/9/2016).

 

Meski dalam kondisi berbeda lanjutnya, Bali yang usai kalah dan Jateng usai menang, namun motivasi pemain tetap terjaga. Bahkan suntikan semangat mereka bakal bertambah dengan salah satu pemain andlaannya, Putu Gede Juni Antara bakal bergabung kembali dengan tim.

 

“Putu Gede bakal terbang dari Surabaya pukul 04.00 wib ke Bogor. Sorenya langsung kembali membela Bali melawan Jateng. Semoga para pemain mampu membuat kejutan dengan memenangi laga,” tambah pria yang akrab disapa Gung Kang itu.        

 

Menyoal skuad Jateng sendiri, Bali sekarang ini memantau apakah delapan pemain pro Jateng justru masuk dalam line up, seperti pada saat Jateng meladeni DKI Jakarta dilaga sebelumnya. Pasalnya, aturannya tim hanya boleh meekrut 5 pemain profesional. Sementara Jateng menngunakan 8 pemain profesional yakni, Ricky Fajrin (Bali United), Setian David Maulana (Mitra Kukar), Alion Dalia (PS Cilacap), Agung Setiabudi (PSIS), Fajar Setia Jaya (PSIS), Zaenal Arifin (PSIS), Heru Setiawan (Persita), dan Rafi Murdianto (PS TNI).

 

Reporter : Sena Aji