Megawati Ingatkan Momentum Konferensi Asia-Afrika di Pertemuan Partai-Partai Progresif

Senin, 19 September 2016 17:15 Politik

Bagikan

Megawati Ingatkan Momentum Konferensi Asia-Afrika di Pertemuan Partai-Partai Progresif
International Conference Of Progressive Alliance di Hotel Padma, Kuta, Bali. (Robi/Semetonnews)
Kuta, Semetonnews – PDI Perjuangan menggelar International Conference Of Progressive Alliance di Hotel Padma, Kuta, Bali. Berlangsung selama 3 hari, acara ini resmi dibuka pada Senin (19/9/2016). Namun sayang ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri yang semula direncanakan akan membuka kegiatan tersebut batal hadir.

Namun, sambutan Presiden ke V RI tersebut akhirnya dibacakan oleh ketua bidang pemuda dan olah raga DPP PDIP Sukur Nababan. Dalam sambutan tersebut, moment pertemuan kali ini mengingatkan kembali momentum sejarah konferensi Asia Afrika.  Dimana konferensi tersebut menjadi tonggak untuk pembentukan negara-negara di Asia, Afrika dan wilayah Amerika latin.

“ Dasa Sila Bandung telah dibakar lahirnya gerakan bangsa, memiliki hubungan timbal balik dalam rangka untuk memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan mereka yang telah berada di bawah cakar kolonialisme dan imperialism,” kata Nababan.

Selain itu pertemuan kali ini adalah kesempatan yang baik untuk memperjuangkan bersama undang-undang yang bertujuan mengakhiri praktek keuangan global yang cenderung negatif. Termauk kerjasama memerangi penggelapan pajak.

 “Jika mulai saat ini kita serius bekerja sama maka dalam jangka panjang kita akan bersama meraih keuntungan dan bisa mensejahterakan rakyat bersama-sama,” kata Nababan. Acara ini sendiri diikuti artai politik dari 24 negara dan 13 organisasi buruh internasional. 

Pada kesempatan yang sama ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster mengatakan acara ini juga memberi porsi yang cukupuntuk memperkenalkan kearifan lokal Bali kepada peserta. Khususnya bagaimana agama, adat, seni dan budaya bisa jadi pilar utama kehidupan masyarakat. Pilar-pilar utama ini dipertahankan secara konsisten dan berkelanjutan.

 “Kami memandang bahwa adat agama dan budaya tidak saja sistem sosial tapi jadi satu bagian dari aktualisasi kreatif inovatif dalam mengembangkan industry kreatif di Bali,” kata Koster.

Reporter   : Robinson Gamar