Kapolda Bali: Tidak Ada OTT, tapi Dukung Langkah Mabes Polri

Selasa, 20 September 2016 22:43 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kapolda Bali:  Tidak Ada OTT, tapi Dukung Langkah Mabes Polri
Dirnarkoba Polda Bali, Kombes Frangky H Prapat

Denpasar, Semetonnews - Kapolda Bali Irjen. Sugeng Priyanto membenarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Dirnarkoba Polda Bali, Selasa Siang (20/09) di Mapolda Bali.

Penjelasan ini terkait dengan dugaan anak buahnya yang melakukan pemerasan terhadap para pengguna narkoba dibawa 0,5 gram, namun Kapolda membantah jika ada  OTT,  Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto justru hanya mengiyakan jika ada Dua  Orang Divisi Propam Mabes yang datang minta ijin klarifikasi atas dugaan dugaan tersebut.

" Nggak ada (OTT) mereka minta ijin ke saya untuk melakukan koordinasi dengan Dirnarkoba, ya silahkan," ujar Sugeng.

Lebih lanjut dijelaskan mengenai dugaan pemotongan anggaran dan kesalahan prosedural dalam penanganan narkoba, Kapolda mengatakan itulah yang digali," itu tadi yang sedang diklarifikasi, itu informasi yang di terima Propam Mabes Polri," jelas Kapolda.

Sementara itu dilansir dari Kbr.com pengungkapan kasus ini diapresiasi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, ia mengapresiasi Biro Pengamanan Internal Polri (Paminal) yang  berhasil melakukan OTT Direktur Narkoba Polda Bali, Franky Haryanto Parapat. Frangky diduga memeras dalam 7 kasus narkoba di bawah 0,5 gram. 

"Saya apresiasi kepada Paminal dan Propam karena mereka berarti sudah menjalankan perintah saya. Perintah saya dalam beberapa rapat terakhir lebih kurang minggu lalu pada saat gelar operasional, kebijakan saya adalah perang terhadap narkoba," kata Tito di Rumah Sakit Polri, Selasa (20/09/16).

Tito sudah memerintahkan kepada Biro Paminal dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan operasi tertutup. Operasi ini untuk mengawasi anggota dan pejabat kepolisian dalam penindakan kasus narkoba.

"Kalau ada pejabat atau anggota yang tidak memenuhi perintah saya tadi untuk melakukan perang terhadap narkoba, lakukan operasi terhadap mereka," kata Tito.

Dua anggota Propam Mabes Polri saat ini sedang memeriksa   Direktur  Narkoba Polda Bali, Franky Haryanto. Pemeriksaan dilaksanakan di ruang Propam Polda Bali.

Franky Haryanto diduga terlibat dalam kasus pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang sebesar 50 juta di brangkas bendahara satuan. Selain itu, dia juga melakukan pemerasan tujuh kasus narkoba yang nilainya di bawah 0,5 gram. Franky meminta uang 100 juta kepada pengedar narkoba tersebut. Kemudian satu kasus narkoba WNA Belanda dimintai satu buah mobil fortuner tahun 2016. 

Reporter: Wawan Nike