Dapat Bisikan Gaib, Dukun Ini Perkosa Pasiennya

Rabu, 21 September 2016 19:04 Hukum & Kriminal

Bagikan

Dapat Bisikan Gaib, Dukun Ini Perkosa Pasiennya
Tersangka I Wayan Sangka (43) saat rilis di Polsek Kediri. (Ayu-SN)


Tabanan, Semetonnews - Berkedok menjadi dukun yang bisa mengobati penyakit, I Wayan Sangka (43) nekat gagahi DAWS (23) sebanyak dua kali di rumah ibu korban di salah satu perumahan di Kecamatan Kediri, Tabanan. Peristiwa bermula saat dukun palsu ini datang kerumah ibu korban pada Kamis (15/9/2016) sekitar pukul 23.00 untuk mengobati kakek korban. Pelaku lalu meminta DW, ibu korban untuk menyiapkan tiga batang dupa, daun sirih dan benang yang kemudian oleh pelaku dibentuk seperti boneka. "Untuk mengusir penyakit dari tubuh korban, ibu korban lalu disuruh membawa dupa kerumah asalnya yang jaraknya cukup jauh dari TKP, dan menunggu hingga dupa itu padam," ujar sumber Semetonnews.

Pada saat itulah ibu korban pergi itulah, pelaku melancarkan aksinya dengan meminta korban masuk ke dalam kamar dan mematikan seluruh lampu alasannya usir roh jahat. Saat itulah pelaku kemudian menarik kamen korban dan memaksa korban untuk berhubungan badan. Meskipun korban sempat melawan, namun pelaku berhasil memaksa korban dan mengancam akan menyakiti anak korban yang masih berusia 6 bulan. Aksi tersebut bahkan dilakukan dua kali.

Namun karena tidak sanggup menahan beban, korban akhirnya becerita kepada sang ibu dan melaporkanya ke Polsek Kediri. Akhitnya pelaku diringkus pada Senin (19/6/2016). Dihadapan penyidik Polsek Kediri pelaku mengakui perbuatannya dan ditetapkan sebagai tersangka. Kapolsek Kediri, Kompol I Putu Suprama menjelaskan bahwa berdasarkan hasil interogasi tersangka mengaku bahwa bisa mengobati dari bisikan gaib. "Tersangka mengaku jika bisa mengobati dari bisikan gaib dan memaksa korban untuk bersetubuh tanpa rencana," ujarnya Rabu (21/9/2016).

Atas perbuatannya tersangka warga Banjar Senapahan Kangin, Desa Banjar Anyar, Kediri, harus mendekam selama 12 tahun karena melanggar pasal 285 KUHP tentang persetubuhan dengan kekerasan dan ancaman. 

Reporter : Trisna Ayu