Ni Kata Mendagri Tjahjo; 200 WNA Masuk dan Berjihad di Indonesia

Rabu, 21 September 2016 23:48 Politik

Bagikan

Ni Kata Mendagri Tjahjo; 200 WNA Masuk dan Berjihad di Indonesia
Pembangunan dan penjagaan di wilayah perbatasan Indonesia akan terus ditingkatkan. (Ist/SN)
Jakarta, Semetonnews - Pemerintah berupaya untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengelolaan perbatasan itu tidak hanya menyangkut pemerataan dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat namun juga faktor pertahanan keamanan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan alasan kenapa pemerintah mempercepat pembangunan kawasan di perbatasan, salah satunya yaitu meningkatkan wajah perbatasan Indonesia jauh lebih baik dari sebelumnya, mengingat Indonesia saat ini telah berumur 71 tahun.

“Tahun 2017 nanti wajah perbatasan kita harus 1000 persen jauh lebih baik dari negara tetangga,” kata Tjahjo pada Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (21/09/2017). Ada banyak permasalahan di daerah perbatasan yang saat ini sedang diselesaikan Pemerintah. Permasalahan itu di antaranya ada 39 jalur ilegal di perbatasan yang menjadi akses penyelundupan narkoba, barang ilegal, dan menjadi pintu masuk bagi orang-orang asing tanpa izin.

“Wajah perbatasan ini sangat-sangat memprihatinkan, itu yang harus dipercepat fokusnya pada pembangunan infrastruktur. Ada 39 jalur tikus ilegal, sampai di Atambua itu tempat penyelundupan narkoba, kemudian di Kepri dan juga termasuk Sebatik, Entikong, masuknya lebih dari 200 warga negara asing yang masuk ke Indonesia dan berjihad di Indonesia,” papar Mendagri.

Reporter: VR Nugraha