Enam Pesilat TGR Putra dan Putri Melaju ke Final

Kamis, 22 September 2016 20:55 Sport & Life Style

Bagikan

Enam Pesilat TGR Putra dan Putri Melaju ke Final
Pesilat TGR atau Seni berjuang keras tembus babak final. (Sena Aji/Semetonnews)

Bandung , Semetonnews – Enam pesilat putra dan putri PON Bali memastikan diri lolos ke babak final, yang akan turun di  4 nomor Tunggal Ganda Regu (TGR) atau seni, usai melakoni babak penyisihan PON XIX Jawa Barat, di Graha Laga Satria ITB Jatinagor Sumedang Bandung, Kamis (22/9/2016).

Keempat nomor yang diikuti enam pesilat itu yakni tunggal putra dan putri serta ganda putra dan putri. Tunggal putra pesilat Bali yang lolos ke final yakni I Gusti Ngurah Arya Yuda. Sedangkan bagian tunggal putri, pesilat Bali diwakili Ni Made Dwima Pebriana. Final tunggal putra dan putri bakal dihelat Jumat (22/9/2016).

Pesilat tunggal putra Bali, Arya Yuda maupun Dwima Pebriana lolos ke final dengan ranking II pada babak penyisihan grup A. Arya Yuda melaju ke final setelah mengantongi poin 460, dibawah rivalnya di ranking pertama, Nunu Nugraha yang merupakan pesilat tuan rumah Jabar dengan mengumpulkan poin 463. Sementara pesilat tunggal putri Bali Dwima di posisi II juga dengan poin 459, atau dibawah pesilat tuan rumah Jabar juga, Riska Hermawan dengan poin 462.

“Persaingan saya di pool A dengan Riska Hermawan sangat ketat dan berat. Riska merupakan pesilat yang bagus dan akan saya hadapi di final lagi nantinya. Saya akan berjuang keras untuk mengalahkannya,” tekad Dwima.

Sedangkan empat pesilat lainnya yang lolos ke final bakal turun di di nomor ganda putra dan putri. Ganda Putra pool A, Bali diwakili  pasangan I Made Dwi Surya Adnyana dan I Made Sukma Satriana menempati posisi II dengan poin 563. Posisi pertama ditempati pesilat DKI Jakata yakni Hendy dan Yola Primadona dengan poin 566.

Satu lagi di nomor ganda putri, Bali akan diwakili pasangan Ni Made Dwiyanti dengan Sang Ayu Sidan Wilantari yang memiliki poin 569. Poin itu sama dengan yang diraih pesilat pasangan Jabar, Ririn Rinasih dan Riska Hermawan.

Reporter : Sena Aji