PT. Pelindo Energy Logistik Teken MoU dengan Perusahaan Infrastruktur Cina

Jumat, 23 September 2016 16:49 Ekonomi Bisnis

Bagikan

PT. Pelindo Energy Logistik Teken MoU dengan Perusahaan Infrastruktur Cina
Perwakilan CCCC Ltd. Mr Chen Zhong (kiri) dan Direktur PT. Pelindo Energy Logistik Gembong Primadjaja (kanan). (Robi/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews - Keberadaan Benoa LNG terminal kembali menorehkan prestasi dan menjadi magnet bagi investor. Terbukti Jumat (23/9/2016), telah dilakukan penanda tanganan MOU antara PT Pelindo Energi Logistik dengan China Communication Construction Company, Ltd. untuk mengembangkan proyek infrastruktur energy  di Indonesia.

Dalam keterangan persnya Direktur PT. Pelindo Energy Logistik Gembong Primadjaja MoU ini bertujuan membangun kolaborasi mewujudkan terminal-terminal LNG berikutnya setelah terbukti sukses di Bali. terminal-temrinal dimaksud bisa berupa small skill maupun yang berkapasitas besar. 

“Untuk bali kan sudah berjalan dengan investasi Rp 1,2 Triliun. Dengan MoU ini kita akan pelajari kemungkinan untuk pengembangan-pengembangan di wilayah lain,” kata Gembong Primadjaja. Selain di benoa saat ini PT. Pelindo Energy Logistik juga sedang menggarap pembangunan terminal LNG untuk Celukan Bawang.

Semetara itu proyek lainnya yang masih dikaji bersama adalah untuk Surabaya dengan nilai Rp 20 Triliun. Dari kajian nantinya akan dirumuskan skema permodalan. Berapa besaran dari investor maupun yang disiapkan oleh Pelindo. 

“Dari MoU lakukan perhitungan berapa investasinya berapa mereka dan berapa kita,” katanya. 
Gembong Primadjaja menjelaskan bahwa MOU ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan presiden RI, Joko Widodo ke Cina beberapa waktu yang lalu.

Dalam kunjungan tersebut, ada 3 kesepakatan yg dihasilkan, di antaranya adalah mengembangkan investasi utk manufaktur dan infrastruktur di Indonesia. CCCC sebagai  perusahaan konstruksi infrastruktur no 1 di China. Salah satu proyeknya sudah dapat kita nikmati di Indonesia adalah Jembatan Suramadu. 

Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Benoa LNG Terminal pada bulan Juni lalu, beliau melihat bahwa ini adalah pencapaian yang luar biasa, dan harus segera didukung oleh PLN serta secepatnya diimplementasikan pada tempat yang lain.

Sebagai perusahaan public, CCCC Ltd yg merupakan perusahaan infrastruktur pemerintah Cina, telah menyiapkan capital expenditure (capex) senilai USD 20 milyar, dengan focus lebih besar  untuk membangun infrastruktur di ASEAN. CCCC ltd saat ini juga tercatat sebagai perusahaan pengerukan ketiga terbesar di dunia dan telah mencatatkan pendapatan sebesar USD 54,8 milyar  pd 2015 lalu.

Reporter   : Robinson Gamar