Ini Bukti Nasionalisme ; Desa Adat Pasubayan Dan ForBALI Peringati 110 tahun Puputan Badung Kirab Bendera Merah Putih

Minggu, 25 September 2016 09:12 Nasional

Bagikan

Ini Bukti Nasionalisme ; Desa Adat Pasubayan Dan ForBALI Peringati 110 tahun Puputan Badung Kirab Bendera Merah Putih
Kirab Bendera Merah Putih Bali Tolak Reklamasi, Minggu (25/09) (Nike- SN)
Denpasar, Semetonnews -  Kirab Bendera Merah Putih dilakukan warga Desa Adat Pasubayan Tolak Reklamasi Teluk Benoa dan ForBALI, Minggu Pagi pukul 09.00 WITA. Kirab Bendera Merah Putih ini merupakan wujud bentuk penghormatan masyarakat Bali atas kebesaran perjuangan para pahlawan, dimana tepat hari ini 110 tahun lalu Perang Puputan Badung dilakukan warga Bali.

Tepat pukul 09.30 WITA, Pelepasan peserta Kirab dilakukan oleh Wayan Rubeg sebagai salah satu tokoh  Veteran Pejuang 1945, yang  didaulat melepaskan peserta kirab, diawali dengan penyerahan bendera merah putih, kepada peserta Wayan Rubeg berpesan agar pertahankan teluk Benoa," selamat berjuang,  pertahankan teluk benoa," pesan Rubeg. 

Makna kegiatan ini adalah bentuk penghormatan Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Bali pada sejarah kebesaran Perang Puputan Badung dalam melawan penjajahan kolonialisme Belanda. Dalam konteks kekinian adalah pemaknaan semangat puputan sebagai wujud nasionalisme dalam penyelamatan Sumber daya alam Indonesia dari berbagai eksploitasi berlebih.

Tampak dalam barisan  Wayan Swarsa, Ketua Desa Adat Pasubayan Tolak Reklamasi, Wayan Gendo Suardana, turut serta dalam barisan. Selain memperingati Puputan Badung, aksi ini juga dimaksudkan untuk memperingati hari Maritim Nasional. Kesadaran yang tumbuh dari realitas Indonesia sebagai negara maritim yang sudah saatnya berhenti memunggungi laut.

Dua peristiwa saat ini bertepatan momentumnya dengan perjuangan Rakyat Bali yang dengan gegap gempita selama 4 tahun berupaya menyelamatkan Teluk Benoa dari upaya reklamasi. Berjuang tiada kenal lelah dan tanpa henti seperti semangat puputan yang diwariskan dalam sejarah puputan Badung. Salah satu peserta mengaku ia mengikuti aksi ini dilandasi semangat kesadaran,"bahwa menyelamatkan Teluk Benoa adalah bagian dari upaya menyelamatkan pesisir Nusantara."jelas Nyoman Mardika.

Reporter: Wawan Nike