Bali Usulkan Penenggelaman Kapal Ilegal Untuk Kepentingan Konservasi dan Pariwisata

Jumat, 30 September 2016 13:26 Nasional

Bagikan

Bali Usulkan Penenggelaman Kapal Ilegal Untuk Kepentingan Konservasi dan Pariwisata
Suasana diskus di Warung Kubu Kopi, Jumat (30/9/2016). (Robi/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews – Dinas perikanan dan kelautan telah melayangkan usulan resmi ke pihak kementrian Kelautan dan perikanan (KKP) agar kapal-kapal sitaan dalam kasus illegal fishing ditenggelamkan di perairan Bali. Menurut Kadis perikanan dan kelautan Made Gunaja, usulan ini telah dilayangkan secara remi pada juli 2016 lalu. Pihak kementrian KKP sendiri telah memberikan lampu hijau atas usulan tersebut.

“Jadi kapal-kapal yang kami usulkan untuk yang ditenggelamkan di Bali mesti yang berbahan besi agar bia jadi pemicu tumbuhnya terumbu karang baru dan rumah bagi ikan,” kata Gunaja saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar Jurnalis Lingkungan Bali dan Conservation International Indonesia (CII) Bali di warung Kubu Kopi, Denpasar, Jumat (30/9/2016). 

Dijelaskan Gunaja di Bali sendiri memang ada kapal-kapal sitaan satgas kementrian KKP tapi tidak tepat ditenggelamkan karena berbahan dasar fiber, sehingga tidak cocok untuk merangsang tumbuhnya terumbu karang baru.

Bali mengusulkan 5-10 kapal yang bersumber dari kapal-kapal sitaan di sejumlah wilayah di tanah air seperti Kalimantan dan Sumatera. Karena kapalnya sudah ada maka tinggal merampungkan persiapan teknis dan administrasi. Pihak KKP juga mengkomfirmasi jumlah yang akan ditenggelamkan  kurang lebih akan sama dengan yang diusukan dinas perikanan dan kelautan Bali.

Dinas perikanan dan kelautan mengusulkan penenggelalam kapal di Bali tidak lepas dqri semangat konservasi. Dengan penenggelaman ini maka akan ada media baru bagi terumbu karang dan rumah ikan sekaligus destinasi pariwisata baru di perairan Bali. Karena itu opsi yang diambil bukan penghancuran tapi penenggelaman.

“Penghancuran dan penenggelaman tentu beda, kalau penghancuran untuk memberikan efek jera secara hukum dan mencegah penjarahan. Kalau penenggelaman tentu perlu tehnik yang berbeda sehingga memberi manfaat bagi biota laut,” terangnya.

Sementara itu, Manager CCI Bali Made Iwan Dewantama mengatakan cocok atau tidaknya peneggelaman kapal tergantung konteksnya. Dalam arti jika caranya dilakukan secara baik tentu akan memberikan manfaat. “Kalau tehniknya tepat maka akan berdampak baik bagi konservasi. Apalagi di Bali kan sudah ada pengalaman sebelumnya dan bisa berjalan baik,” kata Iwan.

Reporter  : Robinson Gamar