Pasubayan Nilai Sikap DPRD Bali Abu-abu Soal Reklamasi

Senin, 03 Oktober 2016 12:35 Politik

Bagikan

Pasubayan Nilai Sikap DPRD Bali Abu-abu Soal Reklamasi
Suasana rapat Pasubayan dengan DPRD Bali. (Ist/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews - Ratusan PAsubayan desa pekraman/adat tolak reklamasi mendatangi DPRD Bali, Renon, Senin (3/10/2016) untuk menyuarakan aspirasi menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Dalam kesempatan ini mereka diterima secara langsung oleh ketua DPRD Bali I nyoman Adi Wiryatama. Kedatangan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari aksi besar pada 25 Agustus lalu di DPRD Bali. Ketika itu tak satupun pimpinan DPRD Bali yang menerima kedatangan warga pasubayan dengan alasan sedang kunjungan kerja.

Alih-alih mendapat kepastian sikap dewan mendukung atau menolak reklamasi, DPRD Bali malah mengambil keputusan menyurati presiden Jokowi  agar presiden segera mengambil sikap. Menurut Adi Wiratama, Pihaknya akan meneruskan aspirasi pasubayan ke presiden RI Joko Widodo. Selanjutnya apapun keputusan presiden pihaknya akan menerima.

“Kami sampaikan aspirasi ini ke presiden dan minta cepat ambil keputusan, kajian yang lain akan kami abaikan kalau ada keputusan presiden,” kata  Adi Wiratama. Keputusan dewan ini menurutnya diambil setelah ada rapat di tingkat pimpinan dan fraksi. Dewan menurutnya memiliki keterbatasan wewenang dalam mengambil keputusan soal polemik reklamasi.

“Kalau urusan politik kami serahkan ke presiden, apapun pertimbangannya,” kata Adi Wiratama.
Menanggapi hal ini bendesa adat Kuta Wayan Suarsa mengatakan kedatangan mereka sejatinya menuntut sikap tegas dewan sebagai wakil rakyat apakah menerima atau menolak reklamasi teluk benoa. Tapi kenyataanya malah memberikan jawaban abu-abu.

“kami ingin dalam bentuk rekomendasi, yaitu batalkan perpres 51 tahun 2014 dan kembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi,” kata Wayan Suarsa. Apa yang dilakukan pasubayan adalah sikap yang diputuskan bersama di tingkat desa adat. Karena itu rakyat bisa menilai bagaimana sesungguhnya sikap dewan, apakah mendukung atau menolak reklamasi. 

“Kalau masih abu-abu kami punya cara sendiri untuk menolak reklamasi,” tegas Wayan Suarsa.

Reporter  : Robinson Gamar