Miliki Ratusan Pengikut, Dimas Kanjeng Bangun Yayasan di Pupuan

Senin, 03 Oktober 2016 22:39 Hukum & Kriminal

Bagikan

Miliki Ratusan Pengikut, Dimas Kanjeng Bangun Yayasan di Pupuan
Suasana rumah yang diduga Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Pupuan. (Trisna Ayu/SN)
Tabanan, Semetonnews-Tak hanya di Denpasar dan Jembrana, ternyata pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga ada di Tabanan, tepatnya di Banjar Pemudungan, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan.
Menurut sumber, ada ratusan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi didaerah tersebut yang biasa berkumpul disebuah bangunan yang diduga Padepokan tersebut. Namun hingga kini belum ada pengikutnya yang menjadi korban penipuan dari Dimas Kanjeng.

Terkait hal tersebut, I Wayan Suada (49) pemiliki bangunan yang diduga menjadi tempat berkumpulnya para pengikut Dimas Kanjeng di daerah Pupuan tersebut menjelaskan bahwa rumah miliknya tersebut digunakan sebagai Kantor Sekretariat Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dan bukanlah padepokan. “Kami tergabung dalam yayasan bukan padepokan. Jadi yayasan dan padepokan itu berbeda, yayasan ini bahkan sudah berijin dan memiliki payung hukum,” jelas pria yang merupakan Pembina Yayasan tersebut.

Ditambahkannya, yayasan tersebut diresmikan pada Oktober 2015 lalu oleh Dimas Kanjeng sendiri selaku pendiri padepokan. Hanya saja dari sejak berdiri hingga saat ini yayasan tersebut tidak pernah menjalankan kegiatan karena terjadi permasalahan di yayasan pusat, dimana Ketua Yayasan Pusat yakni Abdul Gani terbunuh. “Maka oleh itu sejak awal yayasan ini tidak pernah melalukan kegiatan, alias vakum, palingan kami hanya melakukan kegiatan sembahyang bersama atau Tirta Yatra bagi yang agama Hindu, karena ada juga yang beragama Islam,” sambungnya.

Ia pun mengaku tidak tahu mengenai adanya penipuan oleh Dimas Kanjeng apalagi praktek penggandaan uang, pasalnya selama ini ia tertarik mengikuti yayasan karena melihat visi dan misi yayasan yang baik. “Saya tahunya yayasan ini bergerak dibidang sosial,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolres Tabanan, AKBP Marsdianto mengatakan jika saat ini belum ada laporan dari warga Tabanan yang merasa tertipu oleh Dimas Kanjeng. “Sejauh ini belum ada laporan resmi dari warga kita yang merasa tertipu,” ujarnya.

Reporter : Trisna Ayu
Editor: VR Nugraha