Jurnalis di Bali Kecam Kekerasan Yang Dilakukan Aparat TNI

Selasa, 04 Oktober 2016 12:16 Nasional

Bagikan

Jurnalis di Bali Kecam Kekerasan Yang Dilakukan Aparat TNI
Denpasar, Semetonnews - Puluhan jurnalis dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Bali menggelar aksi unjuk rasa di bundaran Catur Muka, tak jauh dari Makodam IX Udayana,Denpasar pada Selasa (4/10/2016). Kedatangan awak media ini sebagai bentuk solidaritas kepada Sony Misdianto yang mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI Batalyon Raider 501 Madium Beberapa pada Minggu 2 Oktober 2016 lalu.

Dalam aksi ini para jurnalis mengutuk tindakan kekerasan aparat TNI dari Batalyon raider 501 Madiun terhadap jurnalis Net TV yg tengah melakukan tugas jutnalistik. padahal kerja-kerja jurnalistik dilindungi dan dijamin Undang Undang Pers No. 40 tahun 1999. kekerasan yang dialami Sony menurut para jurnalis adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi manusai (HAM). 

"Kami minta TNI mengambil tindakan tegas, jangan hanya berwacana saja. usut tuntas kasus-kasus yang juga pernah terjadi," kata ketua IJTI Bali AA Gede Kayka. Dalam pernyataan sikap juga diserukan Net TV mengadukan dan melaporkan kepada Pangdam Brawijaya atau POM agar segera memproses pelaku.

Dewan pers dan Komnas HAM juga didesak untuk melakukan upaya khusus terhadap institusi TNI. Ketua AJI Denpasar Hary Puspita mengatakan kekerasan terhadap jurnalis terus berulang. Baik itu dilakukan oleh oknum aparat maupun kelompok masyarakat. karena itu Pipit demikian dia akrab disapa berharap agar kekerasan terhadap jurnalis dalam bentuk apapun segera dihentikan.

"Kalau kita perhatikan kejadiannya terus berulang dari tahun ke tahun, AJI menyerukan hentikan kekerasan terhadap jurnalis dalam bentuk apapun," tegas Pipit.

Reporter   : Robinson Gamar