Tetap Pada Tuntutan, Jaksa Tak Singgung Dugaan Adanya Tersangka Lain

Selasa, 04 Oktober 2016 17:53 Hukum & Kriminal

Bagikan

Tetap Pada Tuntutan, Jaksa Tak Singgung Dugaan Adanya Tersangka Lain
Terdakwa Robert Endrew Fiddes Ellis (kiri) bersama pengacaranya, Benny Haryono (SN)
Denpasar,Semetonnews-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwanti dkk sepertinya tetap ngotot agar terdakwa pencabulan belasan anak, Robert Andrew Fiddes Ellis dihukum penjara 16 tahun. Pasalnya, dalam sidang, Selasa (4/10/2016) siang, jaksa Kejati Bali itu dalam tanggapanya atasa pembelaan terdakwa menyatakan tetap pada tuntutanya.

Tak hanya itu, dalam sidang pimpinan Hakim Wayan Sukanila itu, jaksa juga tak mau menanggapi pembelaan terdakwa yang menyebut ada orang lain yang seharusnya dijadikan tersangka karena ikut membantu terdakwa."Artinya, jaksa tetap beranggapan bahwa dalam kasus ini hanya terdakwa Robert yang harus bertanggungjawab,"kata pengacara Robert, Benny Haryono yang ditemui usai sidang.

Selain itu, kata Benny, dalam sidang tertutup itu dalam tanggapanya, jaksa mengacu pada pada konfensi hukum anak internasional yang dikutip sebagaimana dalam putusan MK (Mahkamah Konstitusi). "Bahwa putusan untuk perkara anak bisa lebih tinggi, khususnya bagi anak yang dalam pengaswan orang tua,"ungkap Benny.

Mengenai ini, Benny langsung menanggapi. Dikatanya, terdakwa Robert bukanlah pengawas atau pengasuh dari anak-anak yang menjadi korban itu."Kami pada intinya tetap pada pembelaan,"tegas pengacara muda itu. Seperti diketahui, Robert Andrew Fiddes Ellis Selasa (13/9) lalu kemarin dituntut 16 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwanti dkk.

Selain dituntut penjara, Jaksa Kejati Bali juga memohon agar terdakwa diganjar dengan hukuman denda Rp 2 miliar, subsider 8 bulan kurungan. Perbuatan terdakwa sebagai diatur dalam Pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU tentang perlindungan anak jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Jaksa menuntut Robert 16 tahun penjara lantaran perbuatan Robert memenuhi dakwaan alternatif pertama. Yakni telah melakukan kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul.


Reporter : Maria Gracia