Berkedok Wisatawan, Tenaga Medis dan Artis Asing Ilegal di Indonesia

Selasa, 04 Oktober 2016 18:56 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Berkedok Wisatawan, Tenaga Medis dan Artis Asing Ilegal di Indonesia
Tenaga Kerja Asing dari Tiongkok belakangan ramai diberitakan menyerbu Indonesia lewat jalur ilegal. (Ist/SN)

Jakarta, Semetonnews – Banyaknya tenaga asing ilegal yang bekerja di Indonesia diakui oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Rosarita Niken di Jakarta, Selasa (4/10/2016). Banyak di antara tenaga kerja asing yang berprofesi sebagai tenaga medis maupun artis berkedok sebagai turis untuk mendapatkan bebas Visa ke Indonesia.

Modus lain yang digunakan tenaga asing ilegal adalah dengan izin tinggal maksimal 30 hari dimanfaatkan untuk bekerja yang tentu bertentangan dengan Peraturan Presiden tentang Bebas Visa Kunjungan bagi wisatawan. Tentu diharapkan Anggota Bakohumas dapat saling bersinergi untuk merespon isu Tenaga Kerja Asing tersebut,” katanya dalam Diskusi Tematik di Jakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Keimigrasian, Pasal 142 ayat dua huruf d, dan Pasal 151, Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dapat diberikan kepada WNA yang hendak bekerja di wilayah Indonesia dengan melampirkan surat rekomendasi dari instansi dan, atau lembaga pemerintah terkait. Dan, Imigrasi memerlukan data yang akurat dengan identitas WNA, penjamin, dan juga perizinan ketenagakerjaannya melalui keterlibatan secara sinergitas dengan Kementerian Ketenagakerjaan, atau Dinas Tenaga Kerja di daerah. Namun Imigrasi mengalami kendala dikarenakan keterlambatan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dari Kementerian Ketenagakerjaan atau Dinas Tenaga Kerja di daerah. “Sehingga pemberian layanan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) bagi WNA, khususnya tenaga kerja asing belum optimal,” ungkap Efendi B. Parangin Angin, Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerjasama Kemenkumham.

Reporter: VR Nugraha