Ponglik Potong Tumpeng, Simbolis Kembali Ke Yudistira Association

Rabu, 05 Oktober 2016 15:58 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ponglik Potong Tumpeng, Simbolis Kembali Ke Yudistira Association
Penyerahan Tumpeng Yudistira Association, Rabu(05/10) (Wan-SN)





Denpasar, Semetonnews - Tak terasa 26 tahun, Yudistira Association berkiprah, diawali dengan beberapa partnernya, Nyoman Gde Sudiantara memulai asosiasi ini,  tidak hanya di bidang advokasi hukum, namun juga di bidang konsultasi perusahaan, akunting, transleter (penerjemah). 4 Oktober 1990 lalu ditengah maraknya kasus tanah di kawasan Nusa Dua, dan Narkotika Yudistira Association memulai kiprahnya, dan perayaan yang mundur 1 hari di tanggal 5 Oktober ini menjadikan Yudistira Association eksis di dunia hukum. 

Potong tumpeng sederhana menjadi momentum Nyoman Gde Sudiantara atau yang akrab dipanggil Ponglik kembali ke kantor ini, kepada Semetonnews iapun bercerita bahwa 90 % waktu yang sebelumnya fokus dalam dunia birokrasi dan politik, akan diganti 90% nantinya fokus kembali ke dunia advokat. 

" Berdirinya Yudistira tidak semata hukum, namun juga yang lain, tapi tidak bisa dipungkiri jika hukum menjadi pendulum ( petunjuk arah) dalam norma kehidupan, tapi mau tak mau hal inilah yang membuat Yudistira Association lebih dikenal dalam dunia Hukum,"jelas Ponglik.

Nyoman Gde Sudiantara yang sekaligus menjadi Ketua KAI Bali menaruh harapan besar advokat muda, agar tidak mudah menjadi "pelacur", yang artinya hanya berbuat dengan tendensi uang. 

Selain dihadiri keluarga dekat, serta kolega advokat, acara yang digelar pada hari ini dihadiri pula Bagus Alit Sucipta,SH Ketua Ormas Baladika Bali, dan Wakil Ketua DPD Baladika Bali, Pamox Wayan.

Reporter: Wawan Nike