Komisi Rugikan Sopir; 6 Oktober, Sopir Grab Demo Grab

Rabu, 05 Oktober 2016 17:46 Nasional

Bagikan

Komisi Rugikan Sopir; 6 Oktober, Sopir Grab Demo Grab
Ajakan demo antar sopir Grab Car dimedia sosial. (Ist/SN)
Jakarta, Semetonnews - Polemik angkutan online terus berkepanjangan. Sikap pemerintah yang kurang tegas dan membiarkan polemik terjadi terus di antara sopir tampaknya terus berkelanjutan. Bahkan, di kalangan sopir angkutan online sendiri merasa jadi sapi perahan perusahaan taksi online. Kamis (6/10/2016) ajakan antar sopir angkutan online Grab Car bermunculan untuk melakukan demo ke perusahaan asal Malaysia tersebut.

Penyebabnya, karena sistim komisi yang dijanjikan Grab Car belakangan terus menyusut. Kasus yang mirip diutarakan angkutan online sejenis sepeti GoJek yang juga melakukan demo.

Dalam media sosial dijelaskan oleh sopir Grab Car bahwa mereka protes penerapan tarif yang nyata-nyata merugikan sopir. "Dipikir bensin tinggal nyerok dari air comberan apa," sentil sopir Grab Car di Grup Kaskus pengemudi Grab Car. Simulasi soal tarit misalnya untuk tarif normal = Rp 100.000, diskon penumpang adalah 30 persen atau Rp 30.000. Sementara agro sekarang adalah Rp 70.000- 20 persen (Rp 14,000).

"Argo normal Rp 100 ribu dikurang 20 persen, seharusnya sopir dapat Rp 80 ribu. Tapi, bila total argo cuma Rp 70 ribu sopir cuma dapat Rp 47 ribu. Jadi, sebenarnya sopir yang memberikan diskon sedangkan Grab tetap untung. Selisih 30 persen yang katanya insentif sopir ada ketentuan dan syarat berlaku. Jadinya yang untung tetap Grab," tulis akun lainnya.

Reporter: VR Nugraha