Pemilik Akun Facebook ARIDUS JIRO Kembali Diperiksa Polda Bali.

Jumat, 07 Oktober 2016 09:30 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Pemilik Akun Facebook ARIDUS JIRO Kembali Diperiksa Polda Bali.
Made Sudira, Kolomnis Usai Diperiksa , Kamis (06/10),(wan-SN)
Denpasar, Semetonnews - Masih ingat Don Bingin atau Made Sudira pemilik akun Facebook @Aridus Jiro ? Yang diduga menghina Gubernur Bali melalui postingannya tertanggal 7Juli 2016 lalu, kolumnis tersebut kembali diperiksa penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali, pada Kamis (6/10/2016) kemaren. 

Pria bernama lengkap Made Sudira alias Aridus itu dilaporkan Dewa Mahendra Putra tanggal 8 Juli 2016 atas tuduhan pidana Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE No 11/2008 dan/atau pasal 310 KUHP.

Aridus yang ditemui di Polda Bali usai pemeriksaan, Kamis (7/10/2016), mengatakan bila dirinya kembali dicecar beberapa pertanyaan yang sebetulnya sudah tuntas terjawab pada BAP terdahulu, tanggal 18 dan 19 Juli 2016. 

Uniknya, tim penyidik Polda Bali antara lain I Made Sutirta Yasa dan Ni Made Suryani yang menangani kasus ini, masih saja mendalami pertanyaan seputar komentar yang terposting dalam status yang sama.

“ Postingan dan komentar itu tak ada pretensi apapun untuk menghina seseorang apalagi untuk menciptakan kegaduhan. Ini murni kegelisahan budaya, yang saya tuangkan dalam bentuk pertanyaan, agar mendapat jawaban bukan untuk dipolisikan,” tegas kolumnis yang konsen membedah isu sosial dan kebudayaan ini. 

Ditambahkannya, bila ia sangat menyesalkan adanya pelaporan polisi, padahal dalam kolom komentar di postingan itu sudah secara terbuka ia sampaikan permintaan maaf, apabila ada yang merasa dirugikan karena postingannya itu. 

“Selama puluhan tahun bergelut di dunia jurnalistik, ini pengalaman pertama saya di polisikan karena tulisan. Pengalaman ini akan saya ingat sampai kapanpun,” tutur ayah dari 3 orang putra dan 10 orang cucu ini. 

Ditemui ditempat yang sama, penasihat hukum Aridus, Valerian Libert Wangge dari LBH Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bersatu Bali, mengungkapkan bila kliennya di cecar lebih kurang 26 pertanyaan. Diungkapkan pula bila pemeriksaan kali ini menghadirkan penyidik yang berbeda dari penyidik sebelumnya. 

“ Entah alasan apa, rupanya ada pergantian penyidik yang memeriksa klien kami ini. Pak Aridus kembali ditanya sejumlah pertanyaan yang telah dituangkan dalam 2 BAP sebelumnya, juga  pertanyaan mendalamseputar maksud konten pada kolom komentar. 

Semua dijawab ia menyanggah sejumlah pertanyaan yang disinyalir bertujuan mengarahkan pada jawaban tertentu." 

Ujar Valerian  didampingi tim HAMI antara lain Agus Nahak, Wayan Lama, Ayu Dwi Yanti dan Dewa Kertha Wiguna. 

Sementara Agus Nahak mengungkapkan pihaknya hingga kini masih bertanya-tanya mengenai legal standing pelapor. “Kalau merujuk bunyi postingan dan hasil BAP pertama dan kedua, mestinya Polisi sudah memperoleh kesimpulan bahwa pelapor tidak punya legal standing, sehingga penyelidikan tak bisa diteruskan. Pelapor tidak bisa mewakili perasaan orang lain,  ini yang bilang aturan hukum lho bukan polisi atau pengacara"

Disebutkan bila LBH HAMI Bersatu Bali pada tanggal 23 September 2016 telah mengirimkan surat permohonan kepada Kapolda Bali melalui Dir Reskrimsus untuk meminta penjelasan resmi atas laporan terhadap kliennya itu. 

Hal ini karena berdasarkan konfirmasi melalui Wa Direskrimsus Polda Bali, telah dijelaskan bila hasil gelar perkara internal dan eksternal di Polda Bali menyimpulkan kalau laporan terhadap kliennya tidak memenuhi unsur pidana, 

“ Sebagai terlapor klien kami tidak punya akses memperoleh SP2HP, sehingga kami memutuskan bersurat untuk meminta penjelasan resmi. Namun sayang, surat tertanggal 22 September 2016 tersebut belum ada balasan hingga saat ini”  Tutup Ketua HAMI Bersatu Bali ini. (*) 




Sumber: Rilis HAMI Bersatu Bali
Editor: Wawan Nike