Kuasa Hukum Nilai Ada Kejanggalan Dalam Pemeriksaan Kembali Aridus

Jumat, 07 Oktober 2016 15:09 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kuasa Hukum Nilai Ada Kejanggalan Dalam Pemeriksaan Kembali Aridus
Suasana Jumpa Pers Kuasa Hukum Aridus. (Robi/Semetonnews.com)
Denpasar,  Semetonnews – Valerian Libert Wangge selaku  kuasa hukum Made Sudira alias Aridus dari LBH HAMI menilai terdapat kejanggalan dalam pemeriksaan kembali Aridus oleh pihak Polda Bali. Untuk diketahui pada 18 Juli lalu Aridus telah diperiksa oleh jajaran direskrimsus Polda Bali berkaitan dengan postingan di Facebook. Setelah dilakukan gelar perkara internal dan eksternal, Polda Bali menyebutkan bahwa tidak ada unsur tindak pidana penghinaan dalam status yang diposting Aridus Jiro.

“Secara Verbal sudah disampaikan kepada kami bahwa pihak Polda telah menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan atau SP2HP yang isinya bahwa laporan terhadap Aridus tidak memenuhi unsur pidana pelanggaran UU Informasi dan transaksi elektronik atau ITE,” kata Valerian Libert Wangge, Jumat (7/10/2016) di Denpasar. 

Namun anehnya pada 4 Oktober 2016 Aridus kembali dipanggil oleh Polda Bali untuk diperiksa kembali. Aridus dengan itikad baik memenuhi panggilan Polda bali dan menjalani pemeriksaan selama 6 jam dengan 26 pertanyaan pada Kamis (6/10/2016. Dalam pemeriksaan “jilid II” ini tim kuasa hukum mensinyalir adanya sejumlah kejanggalan. Antara lain pihak Polda sudah menyebutkan tidak memenuhi unsur tapi anehnya Aridus diperiksa kembali. 


Selain itu, sebagai pelapor Dewa Gede Mahendra tidak jelas status hukum atau legal standingnya. Jika bertindak mewakili orang lain jelas-jelas tidak memenuhi syarat UU ITE karena perasaan seseorang yang tersinggung tidak bisa diwakilkan kepada orang lain.

“Kami pertanyakan siapa itu Dewa Mahendra dalam hal ini, legal standingnya sebagai apa. Apakah dia merasa sebagai orang yang dmaksud dalam status tersebut atau mewakil orang lain?,” kata pria yang akrab disapa Faris ini.

Kejangagalan lainnya adalah Polda Bali mengganti seluruh penyidik. Saat pemeriksaan bulan Juli penyidik yang ditugaskan adalah Zulfi Ansor dan Andhika Dwi Utama. Namun dalam pemeriksaan kali ini diganti oleh I Made Sutirtayasa dan Ni Made Suryani. Bahkan saat pemeriksaan jilid II ini tim kuasa hukum menganggap ada sejumlah pertanyaan yang cenderung menjebak dan mengarahkan terperiksa.

Karena itu tim kuasa hukum menilai ada kekuatan lain yang coba memainkan kasus ini. Sebab kasus yang seharusnya sudah selesai tapi dibuka kembali oleh Polda Bali. “Kami berasumsi ada tekanan dari pihak  eksternal terkait masalah ini agar status Aridus dinaikan jadi tersangka,” pungkas Varis. 


Reporter: Robinson Gamar