Kasus Jeremy Thomas di SP3, Korban Praperadilkan Polda Bali

Sabtu, 08 Oktober 2016 00:43 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kasus Jeremy Thomas di SP3, Korban Praperadilkan Polda Bali
Ilustrasi google -semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Terbitnya SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) terhadap aktor sinetron, Jeremy Thomas oleh penyidik Polda Bali dalam kasus penipuan dan penggelapan berujung ke pengadilan. Sebab sorang WN Australia, Alexander Patrick Morris yang menjadi korban dalam kasus ini merasa tidak terima dan mengajukan gugatan praperadilan ke PN Denpasar.

Sidang mulai digelar, Jumat (7/10/2016) siang dipimpin oleh Hakim tunggal, Made Pasek. Pemohon dalam sidang diwakili kuasa hukumnya IB Putu Astina. Sedangkan termohon, dalam hal ini Polda Bali diwakili Tim Hukum Polda Bali yaitu AKBP Made Parwata, Pembina Wayan Kota, Kompol Putu Jayaruja dan Kompol I Putu Sutama.

Sementara dalam surat gugatan yang dibacakan tim kuasa hukum penggugat, pada intinya penggugat memohon kepada Hakim agar membatalkan SP3 atas tersangka Jeremy Thomas yang dikeluarkan penyidik Dit Reskrimum Polda Bali. Pemohon juga meminta agar Hakim memutuskan melanjutkan perkara dan menetapkan kembali Jeremy Thomas sebagai tersangka.

Dijelaskanya, dalam gugatan termuat bahwah, penangkapan dan penahanan terhadap Jeremy Thomas adalah sah. Karena penyidik sudah melampirkan surat perintah serta terdapat bukti yang cukup untuk melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka Jeremy Thomas. Dengan demikia, penggugat menilai tindakan termohon (Polda Bali) dengan menerbitkan SP3 adalah tidak sah."Dan SP3 tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang dengan kata lain melanggar hukum,"tegas Astina.

Sementara itu, sebagaimana diketahui, kasus yang menjerat Jeremi Thomas, berawal saat Patric membeli sebidang tanah di kawasan Kedewatan, Ubud pada tahun 1999 lalu seluas 35 are. Karena warga asing, Patric meminjam nama Rudi Marcio asal Bandung yang merupakan agen property tanah tersebut.

Pada tahun 2000 dibangun vila mewah di atas tanah tersebut. Selanjutnya, Patric yang bekerja di Jakarta sebagai Komisaris Independent PT Astra International yang sudah kenal lama dengan Jeremy Thomas melakukan kerjasama pada 2013 untuk membangun spa di atas sisa tanah seluas 12 are yang berada di sebelah vila milik Patric.

Jeremy lalu dimintai tolong untuk mencarikan pinjaman dana di bank untuk membangun spa. Jeremy lalu meminta agar SHM vila yang sebelumnya atas nama Rudi Marcio dialihkan ke nama 2013 Jeremy Thomas untuk mempermudah keluarnya kredit di bank. Karena sudah kenal dekat dengan Jeremy, korban mau saja dan dilakukan jual beli dari Marcio ke Jeremy melalui persetujuan Patric.

Masalah muncul ketika kredit di bank cair Rp 17 miliar yang sudah ditandatangani Patric di notaris. Namun Jeremy tidak pernah melaporkan kepada Patric kemana uang tersebut. Bahkan Patric hanya sempat diberi uang Rp 1 miliar oleh Jeremy. Tidak terima Patrick melaporkannya ke Polda Bali dengan tuduhan penipuan dan penggelapan hingga Jeremy dijadikan tersangka.

Reporter : Maria Gracia