Reuni Kader Banteng Buleleng Beri Dukungan Ke SURYA

Minggu, 09 Oktober 2016 00:25 Politik

Bagikan

Reuni Kader Banteng Buleleng Beri Dukungan Ke SURYA
Rapat Kader non struktural PDI-Perjuangan Buleleng (Ist-sn)

Denpasar, Semetonnews - Ditengah upaya konsolidasi yang dilakukan oleh Bupati PAS (Putu Agus Suradnyana) untuk memanaskan mesin partainya. Ternyata muncul juga kritik dan curhat dalam acara Reuni Kader PDI Perjuangan Buleleng Non Struktural. 

Bertempat di restaurant Ulam Segara, Sabtu (08/10) menjadi hari bersejarah bagi SURYA yang notabene kader PDI Perjuangan yang saat ini memilih mandiri, berjuang melalui calon independent. Diabaikannya kader-kader PDI P perjuangan dibawah kepemimpinan Bupati PAS menjadi candaan serta cerita serius.

Acara reuni ini menghasilkan point-point pernyataan sikap yang dibacakan langsung oleh salah satu kadernya yakni Ketut Suartika. Aktivis anti lkorupsi dibawah payung LSM KPK ini dengan lantang membacakan aspirasi kader non struktural yang diinisasiasi oleh Mantan Wakil Bupati Buleleng, Made Arga Pinatih, sesepuh PDI Perjuangan Banjar, Ida Komang Banjar, dan Made Suweja, dengan moderator Gede Sarya Tuntun.

“Dengan ini kami menyatakan memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada Dewa Nyoman Sukrawan sebagai Bupati Buleleng periode 20017-2022, dan Atas keputusan kami di atas, menghimbau kepada jajaran struktural partai dari Anak Ranting, Ranting, PAC, DPC, DPD, DPP Partai, agar menghormati keputusan kami selaku kader partai Non Struktural,” ujar Suartika disambut tepukan riuh puluhan kader dan sesepuh PDI Perjuangan Buleleng.

Adapun alasan para kader non struktural itu adalah terlihatnya proses pembangunan dengan motto 12 PAS, dipandang gagal mensejahterakan masyarakat Buleleng. “Bahwa pola pembangunan Buleleng yang dikenal dengan Motto 12 PAS gagal diimplementasikan. Dibuktikan oleh tingginya tingkat kerusakan infrastruktur di Desa (seperti Jalan, Jembatan), meningkatnya angka kemiskinan hingga 35%, pembangunan hanya sebatas site plan dan papan nama,” imbuhnya.

Pada acara reuni itu juga menyayangkan sikap Struktural partai yang banyak mengadopsi perbekel sebagai pengurus, “Kita tahu bahwa saat ini bisa dikatakan banyak kader indekos, padahal butuh lima tahun kita mengabdi di ranting baru naik ke PAC, sekarang justru yang baru (simpatisan) langsung bisa nyaleg,” ungkap Gede Sarnaya yang dikuatkan oleh Made Arga Pinatih. 

“Wajar kita mengevaluasi dan memberikan kritikan kepada pengurus partai, meski kita tidak duduk distruktural, meski kesannya kita barang bekas, tapi kita barang antik, yang dibutuhkan partai,” tegas Made Dana, aktifis PDI Perjuangan asal Cempaga.

Meski reuni ini kasi dadakan namun cara temu kangen, “hanya historycal bagi siapa yang terpilih, kita pernah duduk dipartai dan duduk sebagai petugas patai, dada kita masih terbuka mngkritik partai, dan ada sosok dewa sukrawan, yang punya historical tanpa menyebut kader yang lain yang kini maju, dan masalah urusan dewa sukrawan dengan partai itu urusan induk partai, kita sebagai masyarakat punya pilihan dan bebas menilai, masalah pecat memecat kita tidak senista itu memandang keputusan partai, ” jelas Made Arga pinatih, seusai acara reuni. 


Editor: Wawan Nike