Sumber Mata Air Untuk Siswa Dihancurkan Kelian, Gubenur dan DPRD Bali Meradang

Minggu, 09 Oktober 2016 22:48 Politik

Bagikan

Sumber Mata Air Untuk Siswa Dihancurkan Kelian, Gubenur dan DPRD Bali Meradang
Made Mangku Pastika, Gubenur Bali, Minggu (09/10)
Buleleng, Semetonnews - Kabar adanya upaya penghancuran sumber mata air yang dimanfaatkan oleh siswa miskin dan berprestasi di SMK Bali Mandara, akhirnya didengar oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. 

Sumber air yang berasal dari sumur bor milik SMA Bali Mandara, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, rencananya dihancurkan oleh Kelian Adat Desa Pakraman Desa Kubutambahan. Hal tersebut dilaporkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Dan Olahraga Provinsi Bali, Cok Istri Ayu Tia Kusuma Wardani, kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika pasca memberikan kuliah khusus di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Sabtu(8/10). 

“Tadi pagi dari Bendesa Pakraman (Kubutambahan) sudah menyiapkan untuk melakukan pembersihan sungai dengan membawa kendaraan berat Buldoser. 
Artinya prosesi itu tersebut sudah menjadi kesepakatan Desa Pakraman terkait  dengan pembersihan alur sungai disebelah yang merupakan batas dari Pura Penegil Dharma,” ujar Kusuma Wardani kepada awak media. 
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, sontak terkejut mendengar laporan rencana pengerusakan sumber air milik SMA dan SMK Bali Mandara. Ia pun mengaku akan segera melakukan komunikasi dengan pihak Kelian Adat Pakraman Kubutambahan. 

“Itu sumber air buat anak-anak (SMA dan SMK Bali Mandara). Saya juga nggak ngerti persisnya maunya apa. Itu kan kebanggaan Indonesia. Kan harusnya bangga Desa Kubutambahan punya sekolah. Tadi buldosernya (Yang merusak) jatuh ke jurang. Jadi agak aneh, untuk apa sih itu (Pengerusakan). Itu (Sekolah) untuk keluarga miskin dan orang Buleleng paling banyak hampir 40 persen,” ujar Pastika yang sebelumnya 
tampak kesal dengan sikap Klian Desa Pakraman Kubutambahan. 

Pastika mengaku akan segera mengkomunikasikan dengan baik terkait rencana perusakan sumber air milik sekolah yang khusus untuk keluarga miskin di Bali. Pastika pun mempertanyakan apa maksud dari Prajuru dan Klian Desa Pakraman Kubutambahan. 

Klian Desa pekraman Kubutambahan, yang juga mantan Kadis Budpar, Jro Warkandia dikonfirmasi menyatakan bahwa tindakan pemboldezeran itu dilakukan karena lokasi sumur bor berada ditengah sungai. 

“Itu kan melanggar sepadan sungai (Sumber air sumur bor). Sesuai dengan Perda RT/RW kan jarak tiga meter dari sepadan sungai. Masak sumur bornya ditengah sungai. Sungai itu petirtaan dari Pura Penegil 
Dharma. Karena diminta waktu untuk mencari sumber air lain, maka kita berikan,” pungkas Warkandia. 

Namun, dibalik aturan tersebut ternyata tidak mengedepankan asas kemanusiaan sebab, ratusan siswa yang berada di SMK tersebut mendapatkan sumber air. Hal juga mengundang simpati Anggota DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, “ Waduh tega sekali, kok main bolduzer, saya yakin ada yang memerintahkan, dan kita tahu siapa yang punya bolduzer, dinas PU kan, ini nuansa politik atau menegakkan aturan,” kritik 
Sugawa korry seraya menegaskan dalam 2 (dua) hari mendatang akan sidak ke lokasi.

Editor: Wawan Nike