Sama seperti di Bali; di Medan Grab-Uber Ditolak, Kantornya Tak Ketemu...

Selasa, 11 Oktober 2016 14:28 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Sama seperti di Bali; di Medan Grab-Uber Ditolak, Kantornya Tak Ketemu...
Penolakan terhadap Uber dan Grab terjadi tak hanya di Indonesia, tapi juga beberapa negara lain. (Net/SN)
Medan, Semetonnews - Persoalan angkutan online Uber dan Grab bukan hanya terjadi di Bali. Di beberapa provinsi bahkan di luar negeri penolakan serupa oleh angkutan lokal juga terjadi. Di Sumatera Utara, bahkan Dinas Perhubungan setempat kebingungan mencari kantor kedua angkutan berbasis aplikasi tersebut.

"Kantornya sudah pindah," kata Kabid Angkutan Darat Dishub Sumut Darwin Purba, saat dihubungi wartawan, Senin (10/10/2016) seperti dikutip dari Medansatu.com. Diahub Sumut melayangkan surat panggilan menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukan angkutan online tersebut.

Yakni soal penetapan tarif di mana berdasar aturan yang berlaku baik Grab dan Uber yang merupakan perusahaan aplikasi atau bukan angkutan umum tidak boleh menerapkan tarif. Apalagi keduanya tidak memenuhi persyaratan sebagai perusahaan penyedia layanan angkutan umum.

Selain itu, tarif yang diterapkan yang di bawah patokan harga ke ekonomian menuai protes angkutan resmi. "Mereka pindah kantor dan kita sedang mencari tahu tentang keberadaan mereka. Kita ingin memeriksa dokumen mereka, apakah perusahaan penyedia online atau angkutan umum karena mereka sudah mematokkan tarif,” ungkapnya.

Reporter: VR Nugraha