Gorok Leher Mantan Pacar, Ega Dipenjara 5 Tahun

Selasa, 11 Oktober 2016 21:29 Hukum & Kriminal

Bagikan

Gorok Leher Mantan Pacar,  Ega Dipenjara 5 Tahun
Ngongu Lega terdakwa penganiaya mantan pacarnya dan dihukum 5 tahun penjara (SN)
Denpasar,Semetonnews-Majelis hakim PN Denpasar pimpinan Sutrisno, akhirnya menganjar pria asal Sumba, NTT bernama Ngongu Lega alias Ega dengan hukuman penjara selama 5 tahun. Vonis ini diterima terdakwa setelah majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan berencana yang mengakibatkan korban Yulita Humen alias Ita mengalami luka berat. 

Meski begitu, terdakwa patut bersyukur mengingat putusan 5 tahun penjara ini lebih rendah 1 tahun dari tuntutan jaksa."Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun yang dikurangi dengan masa tahanan,"tegas Hakim Sutrisno dalam putusanya. 

Majelis hakim memberikan potongan hukuman setahun karena menilai terdakwa sangat koorperatif, mengaku berterusterang, tidak berbelit-beli dan menyesali perbuatanya. Terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 353 ayat (1) KUHP. Atas putusan itu, terdakwa yang hanya tamatan SD itu langsung menyatakan menerima. Begitu pula dengan Jaksa Ni Lu Wayan Adhi Antari."Kami menerima yang mulia,"kata Benny Haryono, kuasa hukum terdakwa.

Sebagaimana terungkap dalam fakta persidangan, Kasus ini terjadi berawal saat korban yang tiba-tiba memutus hubungan pacaran dengan terdakwa. Terdakwa yang tidak terima diputusin, langsung menemui korban ditempat tinggal korban di Jalan Uluwatu No. 56 X, Kuta Selatan, Kamis 19 Mei 2016 sekitar pukul 22.00 Wita.

Sebelum menemui korban, terdakwa terlebih dahulu mengambil pisau dapur dikamarnya. Nah, pisau inilah yang digukan terdakwa untuk menggorok leher Ita, meski Ita masih bisa diselamatkan. Sementara dari pengakuan korban, korban memutus hubungan karena mengetahui terdakwa sudah memiliki istri.

Padahal sebelumnya, korban mengaku mau menerima terdakwa sebagai pacar karena terdakwa megatakan belum punya istri. Diketaui pula, antara korban dan terdakwa bekerja dimajikan yang sama. Beruntung akibat perbuatan terdakwa, koban masih bisa diselamatkan meski harus kehilangan suaranya.

Reporter : Maria Gracia