Gugatan Dikabulkan, Seorang Arsitek Tersenyum Lega

Selasa, 11 Oktober 2016 21:53 Hukum & Kriminal

Bagikan

Gugatan Dikabulkan, Seorang Arsitek Tersenyum Lega
Ilustrasi-google -semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Seorang Arsitek bersama Fery Kaesmatan (45) akhirnya bisa tersenyum laga setelah gugatan yang layangkan terhadap PT Wahana Boga Nusantara (Gournet Garage) yang beralamat di Jalan By Pass Ngurah Rai, Jimbaran, Badung dikabulkan sebagain oleh majelis hakim pimpinan Novi Riama. 

Atas putusan itu, tergugat berhak atas uang senilai Rp 352 juta. Namun, uang itu belum bisa dinikmati penggungat karena tergugat melalui kuasa hukumnya, Raymod Simamora langsung menyatakan banding. Memang sebelum mengakhiri sidang, Hakim Novi mengatakan bila ada pihak yang tidak puas dengan putusan ini untuk dipersilahkan menempuh jalur hukum banding.

"Kalau ada yang tidak terima dengan putusan ini, silahkan ajukan banding,"tegas Hakim Novi."Kami mengajukan banding,"tegas Raymond. Dengan demikian penggugat harus bersabar karena putusan hakim belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Sebagaimana terungkap dalam persidangan, gugatan yang dilayangkan Fery terhadap Henny Santoso selaku Direktur PT Wahan Boga Nusantara ini berawal saat Fery akan menagih uang hasil pekerjaannya yang nilainya mencapai Rp 700 juta.

Namun bukannya, mendapat uang hasil jerih payahnya, ia malah mendapat tantangan dari perusahaannya untuk menggugat secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.“Klien kami hanya mau menagih uang yang memang haknya. Tapi malah disuruh menggugat ke pengadilan,” jelas kuasa hukum penggugat Suriantama Nasution. 

Dijelaskannya, sebenarnya penggugat dan PT Wahana Boga Nusantara sudah melakukan hubungan kerjasama sejak tahun 2000 lalu atau sekitar 15 tahun. Dalam kerjasama tersebut, penggugat yang merupakan arsitek menggarap beberapa proyek konstruksi milik perusahaan ini. Sebelumnya, baik perusahaan dan penggugat selalu memenuhi kewajibannya masing-masing.

Namun pada 2014 jalinan kerjasama ini mulai mengalami masalah karena perusahaan yang dipimpin Henny Santoso mulai mengingkari beberapa hal penggugat. Dalam gugatan, penggugat resmi mengajukan gugatan kepada mantan perusahannta sebesar Rp 1,8 miliar yang merupakan kalkulasi kerugian materiil dan imateril.

Reporter : Maria Gracia