Terbukti Bersalah, Mantan Bupati Jembrana Divonis 3,5 Tahun Penjara

Rabu, 12 Oktober 2016 21:49 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terbukti Bersalah, Mantan Bupati Jembrana Divonis 3,5 Tahun Penjara
I Gede Winasa bersama Simon Nahak usai mendengarkan vonis hakim (SN)
Denpasar,Semetonnews- I Gede Winasa, mantan bupati Jembrana, yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi bantuan bea siswa mahasiswa STIKES dan STITNA Jembrana dinyatakan terbukti bersalah dan diganjar hukuman 3,5 tahun penjara.

Dalam sidang, Rabu (12/10) malam tadi, Winasa olah majelis hakim tipikor pimpinan Wayan Sukanila dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara berlanjut sebagai orang yang melakukan, turut melakukan serta melakukan perbuatan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi.

Perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang No. 31 tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 31 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam amar putusnya, mejelis hakim dengan tegas menolak semua pembelaan atau pledoi yang dijukan oleh terdakwa melalui kuasa hukumnya, Simon Nahak dkk."Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan,"tegas Hakim Sukanila dalam putusanya.

Selain dihukum penjara Winasa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta sebusider 2 bulan kurungan. Hakim juga menghukum Winasa untuk mengganti biaya kerugian negara senilai Rp 2.23 miliar. Apabila tidak dibayar, maka harta bendanya disita dan dilelang. "Apabila tidak memiliki harta maka diganti dengan hukuman penjara selasa 2,5 tahun,"tegas Hakim Sukanila. 

Vonis Hakimini, lebih rendah dari tuntutan jaksa, dimana sebelumnya jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara 4,5 tahun, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurangan,serta mengganti kerugian negara sebesar Rp 2.322.000.000, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.

Atas putusan ini, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan pikir-pikir. Usai sidang, Winasa melalui kuasa hukumnya mengatakan tidak bersalah dan tidak pernah melakukan korupsi. Karena itu, meski dalam sidang mengatakan pikir-pikir, tapi usai sidang dia mengatakan akan banding."Kami tidak berpikir bahwa mengajukan banding hukuman akan menjadi berat. Yang kami mau adalah menegakan kebenaran,"pungkas Simon Nahak.

Reporter : Maria Gracia