Hasil Tes Urine Positif, Ada Keterangan Dokter, Tetap Saja Dituntut 7 Tahun Penjara

Kamis, 13 Oktober 2016 02:14 Hukum & Kriminal

Bagikan

Hasil Tes Urine Positif, Ada Keterangan Dokter, Tetap Saja Dituntut 7 Tahun Penjara
Ilustrasi-google -semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Apes dialami oleh seorang terdakwa dalam kasus ganja bernama Atur Yudah Andrean Hutapea. Bagaimana tidak, meski hasil tes urine positif mengandung sediaan narkotika, tapi pria yang beralamat di Jln. Bay Pass Ngurah Rai, Gang Adi Jaya, Banjar. Kajeng Kelurahan Pemogan, Denpasar selatan ini tetap saja dituntut hukuman tinggi, yaitu 7 tahun penjara. 

Pada sidang, Rabu (12/10/2016) siang, Jaksa penuntut umum (JPU) Yuli Peladianti dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim PN Denpasar pimpinan Novi Riama menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan tanpa hak mengusai, memiliki, menyimpan atau menyediakan narkota jenis tanaman. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 111 ayat (1) UU RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara salam 7 tahun,"tegas Jaksa Yuli sebagaimana tertuang dalam surat tuntutan. Tak hanya dituntut hukum penjara, terdakwa juga dituntut dengan hukuman denda Rp 800 juta."Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,"tegas jaksa Kejari Denpasar itu. 

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi Benny Hariyono sebagai kuasa hukumnya menyatakan mengajukan pembelaan secara tertulis. Benny usai sidang mengatakan, pembelaan diajukan karena terdakwa tidak terima dituntut hukuman 7 tahun. Sebab, selain hasil tes urine positif, juga ada bukti surat yang menyetakan terdakwa adalah pencandu narkoba. 

"Dengan bukti itu (urine positif dan surat keterangan dokter), bagi kami sudah cukup kuat membuktikan bahwa terdakwa adalah pengguna Narkoba. Sehingga kami anggap perlu mengajukan pembelaan secara tertulis,"ujar Benny yang ditemui usai sidang.

Sementara itu, dalam tuntutan jaksa dipaparkan pula, terdakwa ditangkap polisi pada hari Jumat 13 Mei 2016 sekitar pukul 00,15 di rumahnya. Penangkapan terdakwa berawal dari ditangkapnya Henny Prasetyo (terdakwa dalam berkas terpisah). Saat itu Henny yang tertangkap karena memiliki ganja, mengaku mendapat ganja dari terdakwa. 

Untuk menangkap terdakwa, Polisi meminta Henny menghubungi terdakwa dengan tujuan untuk membeli ganja dan meminta ganja diantar ketempat kerjanya. Singkat cerita, terdakwa datang dengan membawa barang pesanan Henny dan  terdakwa langsung diamankan Polisi. Saat ditangkap, ditangan terdakwa  ditemukan barang bukti berupa ganja. Kemudian polisi melakukan penggeldahan di rumah terdakwa. Saat dilakukan pengeledaan polisi menemukan ganja dengan berat total 77,36 gram.

Reporter : Maria Gracia