ForBali Datang, Dewan Bali Pada Ngacir

Kamis, 13 Oktober 2016 15:28 Politik

Bagikan

ForBali Datang, Dewan Bali Pada Ngacir
Massa ForBali saat mendatangi DPRD Bali. (Wawan/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews – Ribuan massa Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali) bersama Pasubayan desa pekraman/adat tolak reklamasi kembali mendatangi gedung DPRD Bali, Kamis (13/10/2016).Kedatangan mereka kali ini untuk menuntut ketegasan sikap DPRD Bali mngenai rencana reklamasi teluk Benoa. Apakah menolak atau mendukung.
 
Namun sayang, bukannya menemui massa ForBali para anggota dewan justru ngacir alias menghilang entah ke mana. Seperti diketahui selama wacana reklamasi Teluk Benoa bergulir dalam kurun waktu empat tahun, DPRD Bali belum juga bersikap tegas apakah mendukung atau menolak reklamasi. Alih-alih bersikap tegas, DPRD Bali malah bertindak seperti tukang pos yang bisanya menyurati Jokowi untuk bersikap.

Dalam orasinya perwakilan demonstran menegaskan bahwa anggota dewan adalah wakil rakyat yang dipilih rakyat. Karena itu wajib memperjuangkan aspirasi rakyat. “Jika wakil rakyat tidak memperjuangkan aspirasi rakyat lebih baik diturunkan,’ ujar salah seorang perwakilan demonstran asal Badung.

Melihat kondisi ini kordinator ForBali Wayan “gendo” Suardana langsung meminta sekwan DPRD Bali Wayan Suarjana untuk memberikan penjelasan. Namun, Suarjana hanya bisa memberi penjelasan singkat bahwa seluruh anggota dewan sedang punya tugas lain.

Jawaban ini sontak membuat Gendo geleng-geleng kepala. Kok bisa-bisanya anggota dewan membiarkan kantor kosong saat jam kantor. Tidak berhenti sampai di sana, ForBali menuntut kesekretariatan dewan menunjukan berkas mengenai tugas luar dimaksud. Apakah memang benar sedang bertugas atau sekedar akal-akalan untuk menghindari massa ForBali.


Benar saja, sama sekali tidak ada satupun berkas yang menjelaskan ke mana menghilangnya para anggota dewa terhormat ini. “Mereka memang benar-benar ‘wakil rakyat’. Sudah mewakili kita hidup enak, makan enak dan nikmatnya kerja di ruang ber-AC, juga mewakili petugas pos mengantar surat,” kata Gendo.

Gendopun merasa heran akan sikap abu-abu dewan Bali dan menyerahkan urusan reklamasi pada presiden. Sementara dewan terus bersikap abu-abu. Mengabaikan aspirasi rakyat yang telah diperjuangkan hampir 4 tahun.
 
“mereka benar-benar telah melecehkan rakyat karena kerjanya hanya mengantarkan surat,” tegas Gendo.

Reporter  : Robinson Gamar