Salah Gunakan Izin Tinggal, Bule Italia Diadili di PN Denpasar

Kamis, 13 Oktober 2016 19:24 Hukum & Kriminal

Bagikan

Salah Gunakan Izin Tinggal, Bule Italia Diadili di PN Denpasar
Terdakwa Carmine Sciaudone,WN Italia yang menjadi terdakwa karena diduga melanggar izin tinggal (SN)
Denpasar,Semetonnews- Segala upaya sudah dilakukan oleh seorang warga negara Itali termasuk mempraperadilkan Imigrasi untuk bisa keluar dari jeratan hukum. Tapi usaha yang dilakukan Carmine Sciaudone (33) melalui kuasa hukumnya, M. Rifan dkk gagal total hingga akhirnya, Carmine Sciaudone menjadi terdakwa di PN Denpasar. 

Tak hanya itu, akibat perbuatanya, Carmine Sciaudone pun terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Sidang dipimpin langsung Kepala Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar, Dr. Yanto. Terungkap dalam sidang, bule Italia didakwa sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai izin tinggal yang dimilikinya.
 
Sidang sudah masuk pada agenda pemeriksaan saksi-saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Ayu Rai Atini dan Agus Suraharta sudah menghadirkan saksi dari Imigrasi. Dimuka sidang, saksi dari petugas Imigrasi membenarkan bahwa dia melakukan penangkapan terhadap terdakwa berdasarkan bukti-bukti dalam rekaman video saat terdakwa melakukan aktifitas di atas Kapal Dragon 310 dan beberapa foto. 

Selain itu, Franceco Baffa, yang merupakan rekan terdakwa juga sudah dihadirkan dimuka sidang. Jaksa Gusti Ayu Rai Atini yang ditemui membantah keras bila kasus yang menjerat terdakwa ini hanya gara-gara terdakwa menyambung sebuah kabel."Kasusnya tidak sesepele itu. Terdakwa ini selain melanggar izin tinggal, izin tinggal yang dimiliki juga sudah tidak berlaku lagi,"jekas Rai Antini yang ditemui di ruang kejanya, Kamis (13/10/2016).
 
Sementara itu, tertuang dalam dakwaan yang dibacakan dihadapan majelis hakim menyebut, terdakwa diamankan petugas Imigrasi karena diduga dengan sengaja menyalahgunakan izin tinggal. Selain itu, izin tinggal terdakwa sudah mati sejak 8 February 2016. Terdakwa datang ke Indonesia dengan menggunakan visa on arrival (VoA) atau izin kunjungan.
 
Dimana tujuan terdakwa ke Bali adalah untuk berwisata dan mempelajari kebudayaan Bali. "Selama di Bali, terdakwa berpindah-pindah tempat tinggal. Bahkan terdakwa sempat berkunjung ke Gili Trawangan,"sebut jaksa dalam dakwaanya. Saat berada di Gili Trawangan, terdakwa berkenalan dengan orang bernama Franceco Baffa melaui Piedro.

"Saat pertemuan itu, Peidro sempat berkata kepada Baffa bahwa terdakwa dalam keadaan depresi dan ingin berekerja di Kapal Dragon 130,"kata jaksa Kejari Denpasar itu. Diketahui, Baffa adalah mantan marketing advisor di Kapal Dragon 130. Berawal dari perkenalan itu, Baffa dan terdakwa terus menjalin komunikasi. 

Baffa yang merasa kasian, mengajak terdakwa ikut dalam acara pesta yang dilaksanakan di atas Kapa Dragon 130, Minggu 22 Mei 2016. Dalam pesta itu, terdakwa yang memiliki keahlian video director, diberi kepercayaan untuk menjadi operator proyektor dengan menyambungkan kabel ke laptop yang dibawanya. 

Sebegaimana terungkap dalam dakwaan pula, kegiatan terdakwa sebagai operator proyektor adalah merupakan aktivitas pekerjaan guna menghasilkan jasa. Ini sudah tidak sesuai dengan VoA atau izin kunjungan yang diberikan kepada terdakwa. Atas perbuatan itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 122 huruf a Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Reporter : Maria Gracia