Persatuan Sopir Mengwi Tolak Operasional Grab dan Uber

Senin, 17 Oktober 2016 08:49 Nasional

Bagikan

Persatuan Sopir Mengwi Tolak Operasional Grab dan Uber
Spanduk penolakan operasional angkutan online di Mengwi. (SN)
Mengwi, Semetonnews - Polemik angkutan berbasis aplikasi online di Bali terua terjadi. Penolakan demi penolakan terus terjadi. Persatuan Sopir Terminal Tipe A Mengwi, Badung, dengan tegas menolak operasional Grab, Uber, dan Go Car di wilayah mereka. 

"Kami menolak karena angkutan online menerapkan harga yang tidak masuk akal dan merusak harga pasar. Selain itu angkutan online juga melawan pemerintah karena tidak membayar pajak dan mengurus ijin," kata Koming, salah satu sopir angkutan Terminal Mengwi kepada Semetonnews.com, Senin (17/10/2016). Koming juga mengatakan, para sopir Mengwi sudah mengingatkan angkutan online agar tidak mengambil penumpang di sana.

Beberapa spanduk larangan buat Grab, Uber, dan Go Car sudah terpasang di beberapa titik di wilayah Mengwi. "Kami sepakat menolak, seperti juga rekan-rekan sopir di Bali lainnya. Pemerintah jangan mebongol. Apa untungnya membela Grab, Uber, dan Go Car. Sudah tidak bayar pajak, ngakunya cuma perusahan aplikasi tapi menentukan tarif bahkan merusak harga yang tidak masuk akal," sengitnya.

Reporter: VR Nugraha