Sidang Ditunda, Pengacara Robert Kecewa Berat

Selasa, 18 Oktober 2016 21:26 Hukum & Kriminal

Bagikan

Sidang Ditunda, Pengacara Robert Kecewa Berat
Yanuar Nahak (SN)
Denpasar,Semetonnews-Sidang kasus pencabulan anak dengan terdakwa, Robert Andrew Fiddes Ellis (70) warga negara Australia yang sedianya sudah masuk pada agenda vonis, kembali mengalami penundaan. Hal ini membuat kuasa hukum Robert, Yanuar Nahak merasa kecewa.

"Ini sudah yang kedua kalinya penundaan. Padahal semua sudah lengkap tunggu apa lagi," terangnya yang ditemui di PN Denpasar. Dalam sidang, majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila menunda sidang hingga pekan depan  dengan alasan majelis belum siap putusan."Mohon maaf karena ada kesibukan, majelis hakim belum bisa memutuskan hari ini,"kata Hakim Sukanila, Selasa (18/10/2016).

Sementara Robert, kepada wartawan mengaku sangat tidak menyangka dirinya harus terjebak dalam perkara ini. Robert mengaku heran, kenapa dia yang dihukum."Saya hanya di tawarkan anak-anak dan saya sayang mereka. Hanya ingin menolong," singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Robert Andrew Fiddes Ellis yang menjadi terdakwa dalam kasus pencabulan anak dibawah umur, pada sidang, Selasa (13/9) lalu  dituntut 16 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwanti dkk. Selain dituntut penjara, Jaksa Kejati Bali juga memohon agar terdakwa diganjar dengan hukuman denda Rp 2 miliar, subsider 8 bulan kurungan.

Perbuatan terdakwa sebagai diatur dalam Pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU tentang perlindungan anak jo pasal 65 ayat (1) KUHP. Jaksa menuntut Robert 16 tahun penjara lantaran perbuatan Robert memenuhi dakwaan alternatif pertama. Yakni telah melakukan kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul.

Dalam tuntutan, jaksa juga melampirkan pertimbangan memberatkan serta meringankan. Pertimbangan meberatkan, perbuatan terdakwa melecehkan anak-anak Indonesia, merendahkan martabat bangsa Indonesia serta merusak masa depan anak Indonesia. Selain itu, korban terungkap sangat banyak , yakni 11 anak.

Reporter : Maria Gracia