Jadi Saksi, Tamara Sebut Terdakwa Sering Berprilaku Eneh

Selasa, 18 Oktober 2016 21:51 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jadi Saksi, Tamara Sebut Terdakwa Sering Berprilaku Eneh
Tamara Bleszynski (Net/SN)
Denpasar,Semetonnews-Sidang kasus penganiayaan yang melibatkan artis top Indonesia, Tamara Bleszynski (40) sebagai korban, Selasa (18/10/2016) mulai disidangkan di PN Denpasar. Dalam sidang yang dipimpin Hakim I Gde Ginarsa, Tamara dihadirkan sebagai saksi korban untuk terdakwa Wayan Putra Wijaya alias Sobrat.

Dari pengakuan Tamara, terungkap bahwa, terdakwa, selain melakukan penganiayaan, juga pernah mengancam saksi korban untuk dibunuh."Saya juga pernah diancam mau dibunuh,"ungkap Tamara dimuka sidang. Tamara menuturkan, kenal dengan terdakwa karena dikenalkan oleh seseorang disalah satu kafe di Bali tahun 2014 silam.

"Orang yang mengenalkan saya itu mengatakan bahwa Sobrat adalah fans fanatik saya,"ujar Tamara. Setelah berkenalan, kata Tamara, Sobrat sering berprilaku aneh terhadapnya."Dia (Sobrat) juga pernah mengatakan kalau saya adalah istrinya sejak 100 tahun lalu dan ia minta anak dari saya,” ujar Tamara.

Dikatakan pula, perseteruan ini terjadi berawal pada 31 Agustus 2015. Sobrat sempat terlibat cekcok dengan Andrian. Tapi cek cok itu berakhir damai di Polsek Kuta Utara. Salah satu butir perdamainya adalah Sobrat berjanji tidak akan menggangu Tamara dan keluarganya lagi.

Meski sudah berjanji tidak akan menganggu Tamara, namun Sobrat semakin menjadi. Malah Tamara mengaku sempat beberapa kali diteror akan dibunuh Sobrat. Puncaknya terjadi pada 14 April 2016 lalu. Saat itu, Tamara yang berboncengan dengan Andrian dihadang oleh Sobrat yang berboncengan dengan temannya di Jalan Semat, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.

Sobrat, kata Tamara menjambak rambut Tamara saat masih berada di atas motor. Saat menjambak, Sobrat berulang kali mengatakan"Tamara kamu punya karma di Bali, kamu punya karma di Canggu"

“Setelah dijambak saya merasakan sakit di kepala. Saya juga tidak bisa beraktivitas selama satu minggu karena saya takut keluar rumah dan kepala saya masih sakit,” terangnya. Tapi, keterangan Tamarah langsung dibantah oleh terdakwa. Melalui pengacaranya, Iswahyudi Edy, bahwa natara terdakwa dan saksi korban pernah dekat. Ini dibuktikan dengan sebuah foto yang menunjukan  Tamara yang sedang merokok bersama Sobrat.

Reporter : Maria Gracia